Daftar Blog Saya

Senin, 18 Juni 2012

gue galau nieee.....



Kamu tau gak sob, galau itu apa? Yang pastinya sebuah perasaan, tapi perasaaan yang gimana? Hehe. Hasil dari riset gue, galau itu adalah sebuah perasaan gundah yang amat sangat berantakan, perasaan yang kacau balau, gelisah dan bimbang. Biasanya perasaan ini membuat penderitanya menjadi bingung untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Sehingga emosi penderitanya menjadi labil. Itu menurut riset gue, gimana menurut lho? Hehe.
                Pada umumnya Galau menyerang para anak-anak muda yang berkecimpung didunia asmara. Meski tidak semuanya begitu, namun fakta yang menunjukkan ke”galau”an yang diderita sobat muda kita saat ini adalah cinta. Virus merah jambu yang sangat mematikan. Sebuah virus yang hanya menyerang hati. Virus yang tak bisa dilihat walau dengan menggunakan microskop yang sangat canggih sekalipun. Tapi virus ini hanya bisa dirasakan dan dihayalkan saja. Untuk saat ini belum ditemukan obat yang mujarab dan alat untuk memusnahkannya, sehingga virus ini berkembang dengan sangat cepat. Bahkan virus ini semakin mewabah  kesemua makhluk yang memiliki hati. Orang yang terjangkit virus ini biasanya sangat sulit untuk mengungkapkan perasaan yang dirasakannya. Gejalanya ialah penderita mengalami salah kontrol diri, akibatnya sering senyum-senyum sendiri, salah tingkah, dan pokoknya tingkah lakunya aneh dari biasanya.
                Dalam konteks alam khayalnya, hati dan lidah bertengkar hebat dialam yang entah dimana beradanya. Hati yang terus memaksa lidah untuk mengungkapkan semua yang dirasakan oleh hati ketika cinta itu bersemi. Sedangkan lidah tidak mampu untuk mengungkapkan kata-kata yang telah disusun hati dengan seindah-indahnya. Lidah beralasan “boy, gue gak sanggup bergerak untuk mengungkapkannya, beneran berat banget untuk gue ungkapinnya”. Dengan lantangnya hati berkata, “bro, lho gak bisa gitu dong. Itu tugas lho dan mau gak mau harus lho kerjakan karena itu kewajiban lho. Nah kalo tugas gue Cuma ngerasain perasaan aja bro, sukur kalo perasaannya senang, kalo susah rasanya sakit amat bro.” Lalu lidah menjawab dengan nada yang tinggi. “boy, please dech ngerti’in gue. Lho pikir enaak apa ungkapin kata-kata lho itu hah? Pokonya gue gak mau, kalo lho bersikeras juga bilang aja sendiri sana.” Kemarahan hati sangat bergejolak, tak sanggup lagi menahan beban perasaan yang memuncak. Layaknya merapi yang akan meletus mengeluarkan laharnya. “oke bro, kalo lho gak mau ungkapinnya biar gue sendiri aja yang ungkapinnya dengan cara gue sendiri”. Kata hati penuh emosi. Akhirnya lidah terpaksa mengungkapkan apa yang dirasakan hati. Dengan keraguannya, ia tak sanggup bergerak menggerakkan bahasa tubuhnya. Dia kaku, gagap,dan bergetar suaranya. Dengan kata yang sangat sederhana akhirnya terungkapkan sebuah kata....
                “aaa’a’a’a a’kuuu, emmm ak ak akuuu..., aku cinta kamu,” kata lidah, suaranya menyentak ke semua organ tubuh yang menyaksikan aksinya.
“waaaaah, aku berhasil” kata lidah.                             
Dengan rasa yang sangat gembira, sorakan hati dan microorganisme tubuh terdengar riuh dalam dada. Namun semua ini belum selesai. Hati belum juga merasa tenang dan lega. Hati mengharapkan balasan kata cinta yang barusan diungkapkan. Kata cinta dari hati yang berada di seberang sana. Disini hati meminta peran telinga untuk membantunya. Hati mengirim pesan singkat kepada telinga. “bro, lho dengar baik-baik ya apa kata dari seberang sana.” Dengan cepat telinga balas pesean singkatnya “yoi bro, itu tugas gue serahin semuanya ame gue.” Telinga bergegas mengaktifkan sistemnya dan menunggu datangnya gelombang yang datang menuju sistemnya. Dengan tempo yang singkat sebuah sinyal gelombang masuk kemonitornya. Kemudian telinga meminta bantuan otak untuk menterjemahkan gelombang tersebut. Lalu otak merespon dengan baik, dan menterjemahkannya melalui situs “otak translete.” Selanjutnya otak mengirimkan terjemahannya kepada hati melalui “Darah mail” atau D-mail. Hati membuka pesan masuk dari otak@yahoo.com dan mendapati tulisan “I don’t love you, i’m sorry to hear that.”
                Sebuah keinginan hati yang tak terpenuhi membuatnya berperasaan sangat kecewa. Hati putus asa, seolah-olah ia tak berarti apa-apa lagi dalam sistem organ.  Akibatnya energi yang dihasilkan hati berkurang dengan drastis. Apa yang dilakukan hati saat itu? Ternyata diam-diam hati menusuk dirinya dengan sisa anak panah asmara yang ia miliki. Akibatnya sistem kinerja syaraf terganggu yang kemudian membunyikan alarm darurat. Setiap monitor di perusahaan organ  menunjukkan “danger, danger, danger.” Sinyal danger dari syaraf diterima otak yang kemudian mengirimnya kesemua operator tubuh. Tubuh meresponnya dengan merasakan sakit yang tak bisa diungkapkan bagaimana rasanya. Darah hati yang terluka mengalir dari saluran mata yang menetes menjadikannya air mata. Semua organ mengalami kekacaun pada saat itu. Dan pada akhirnya otak mengirim D-mail kepada lidah yang berisikan kata “Aku galaauuuuuuuuuuuu.....”

Itu cerita gue, Cuma fiktif aja. Nah sekarang kita akan membahas gimana cara mengatasi galau tersebut. Dari riset gue, rata-rata mereka menjawab untuk menghalau galau adalah dengan mencari aktifitas yang baru, mencari hal yang membuat perasaan galau itu terlupakan. Itu riset gue, gimana menurut lho? hehe
Patah hati yang disebabkan putus cinta atau cinta ditolak adalah faktor utama kegalauan dalam hidup ini. Akibatnya tidur kurang nyenyak, nafsu makan berkurang dan raut wajah yang kusut. Setiap kali ku merasakan cinta, dan setiap kali ku mencoba mengungkapkannya, pastilah kekecewaan yang kurasa. Cintaku tak pernah diterima, cintaku selalu saja bertepuk sebelah tangan. Hati ini selalu hancur berkeping-keping setiap kali ku merasakan cinta. Sejak itu aku jera dengan namanya cinta, aku selalu menyendiri ditempat-tempat yang sepi, damai, dan nyaman untuk merenungkan nasib. Aku mulai mencoba mencari cara untuk menghilangkan perasaan galau. Dan akhirnya perlahan-lahan galau itu pergi dengan sendirinya. Tapi semua itu tidaklah berhasil tanpa tips-tips berikut ini.
1.       Meningkatkan iman
Aku memulai peribadatan dengan serius kepada tuhan. Setiap waktu ku hanya tertuju kepada tuhan. Setiap kali aku membayangkan betapa sakit hati ini yang disebabkan cinta tak bertuan, maka titik ketenangan selalu kudapatkan dengan menyebut nama yang maha kuasa. Perlahan-lahan perasaan yang kurasa berubah seolah musim panas yang berganti musim semi. Terasa setitik kasih sayang yang mengisi hati derngan ketentraman yang begitu damai. Aku jatuh dalam pelukan kasih sayang yang begitu indah, tak ada yang mampu mengalahkan keindahannya. Aku mulai berfikir bahwa inilah yang dikatakan cinta yang sesungguhnya. Sejak itu semua perasaan-perasaan gundah, bimbang dan perasaan-perasaan galau tersingkir jauh dari hati. Tapi jika kedekatan kepada tuhan mulai tersaingi oleh godaaan-godaan yang akan menjatuhkan ku kedalam lubang yang sama maka tips yang berikut inilah yang aku andalkan.
2.       Menguasai diri
Aku mencoba dan terus mencoba untuk menaklukan perasaan yang  bergejolak dijiwa. Sedkit demi sedikit mengontrol diri agar tidak terjerembab kembali dalam kegalauan. Mengontrol emosi dengan berfikir  positif, enjoy dan menganggap semua baik-baik saja “ All is wel, all iz welll” kataku dalam hati, seperti mantra yang diajarkan Rancho dalam film 3 idiots yang diperankan oleh Amir khan. Emosi yang berlebihan ku manfaatkan untuk bekerja dalam kesenangan. Energi perasaan yang galau ku curahkan untuk  hal-hal yang bermanfaat untukku dalam memaknai kehidupan. Mencari hal-hal baru sebagai aktivitas untuk melangkah kedepan meninggalkan galau. Meski hanya selangkah tapi rasakan bedanya. Dengan mencoba untuk bermotivasi, menganggap hidup ini selalu indah. Dan segala permasalahan yang dihadapi merupakan  corak warna kehidupan yang menjadikannya indah.
3.       Merenung dalam suasana yang tentram dan damai
Biasanya aku mendatangi tempat-tempat yang memiliki panorama alam yang indah. Setiap sore aku pergi mndatangi sebuah dermaga pelipur lara untuk menyaksikan keindahan sunset. Disitulah aku merenugkan semua kegalauan hati, merenungkan semua masalah yang kuhadapi, dan mencari solusi bagaimana cara menyelesaikannya. Tapi anehnya bukan solusi yang kudapat, bahkan perasaan yang gelisah itu menjadi terlupakan dengan pemandangan yang kusaksikan. Semua perasaan yang gundah, ragu dan bimbang berbaur menjadi perasaan yang begitu menyenangkan. Dengan hembusan angin yang menerobos masuk kerongga-rongga hati yang menjadikannya dingin. Dan seketika itu hati terasa nyaman, tentram dan damai. Semua indera merasakan ketenangan. Mata yang tak berkedip melihat alam yang terhampar luas, menatap keindahan segala objek didalamnya. Telinga terasa sunyi dari suara-suara yang bergemuruh, hanyalah suara desiran ombak yang menghantam karang seolah berbisik sayup yang terdengarkan.
Kini aku terbebas dari kata-kata “akuuu gallaaaaaaaau....”. Semua berkat usaha dan kegigihan dalam menghadapinya. Intinya adalah meningkatkan iman dan takwa kepada tuhan, dan dapat menguasai diri, sehingga emosi yang kita keluarkan dapat dikontrol dengan sebaik-baiknya.