Kamu tau gak sob, galau itu apa? Yang pastinya
sebuah perasaan, tapi perasaaan yang gimana? Hehe. Hasil dari riset gue, galau
itu adalah sebuah perasaan gundah yang amat sangat berantakan, perasaan yang
kacau balau, gelisah dan bimbang. Biasanya perasaan ini membuat penderitanya
menjadi bingung untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapinya. Sehingga emosi
penderitanya menjadi labil. Itu menurut riset gue, gimana menurut lho? Hehe.
Pada umumnya Galau
menyerang para anak-anak muda yang berkecimpung didunia asmara. Meski tidak
semuanya begitu, namun fakta yang menunjukkan ke”galau”an yang diderita sobat
muda kita saat ini adalah cinta. Virus merah jambu yang sangat mematikan.
Sebuah virus yang hanya menyerang hati. Virus yang tak bisa dilihat walau
dengan menggunakan microskop yang sangat canggih sekalipun. Tapi virus ini
hanya bisa dirasakan dan dihayalkan saja. Untuk saat ini belum ditemukan obat
yang mujarab dan alat untuk memusnahkannya, sehingga virus ini berkembang
dengan sangat cepat. Bahkan virus ini semakin mewabah kesemua makhluk yang memiliki hati. Orang yang
terjangkit virus ini biasanya sangat sulit untuk mengungkapkan perasaan yang
dirasakannya. Gejalanya ialah penderita mengalami salah kontrol diri, akibatnya
sering senyum-senyum sendiri, salah tingkah, dan pokoknya tingkah lakunya aneh
dari biasanya.
Dalam konteks alam
khayalnya, hati dan lidah bertengkar hebat dialam yang entah dimana beradanya.
Hati yang terus memaksa lidah untuk mengungkapkan semua yang dirasakan oleh hati
ketika cinta itu bersemi. Sedangkan lidah tidak mampu untuk mengungkapkan
kata-kata yang telah disusun hati dengan seindah-indahnya. Lidah beralasan
“boy, gue gak sanggup bergerak untuk mengungkapkannya, beneran berat banget
untuk gue ungkapinnya”. Dengan lantangnya hati berkata, “bro, lho gak bisa gitu
dong. Itu tugas lho dan mau gak mau harus lho kerjakan karena itu kewajiban
lho. Nah kalo tugas gue Cuma ngerasain perasaan aja bro, sukur kalo perasaannya
senang, kalo susah rasanya sakit amat bro.” Lalu lidah menjawab dengan nada
yang tinggi. “boy, please dech ngerti’in gue. Lho pikir enaak apa ungkapin
kata-kata lho itu hah? Pokonya gue gak mau, kalo lho bersikeras juga bilang aja
sendiri sana.” Kemarahan hati sangat bergejolak, tak sanggup lagi menahan beban
perasaan yang memuncak. Layaknya merapi yang akan meletus mengeluarkan
laharnya. “oke bro, kalo lho gak mau ungkapinnya biar gue sendiri aja yang
ungkapinnya dengan cara gue sendiri”. Kata hati penuh emosi. Akhirnya lidah
terpaksa mengungkapkan apa yang dirasakan hati. Dengan keraguannya, ia tak
sanggup bergerak menggerakkan bahasa tubuhnya. Dia kaku, gagap,dan bergetar
suaranya. Dengan kata yang sangat sederhana akhirnya terungkapkan sebuah
kata....
“aaa’a’a’a a’kuuu,
emmm ak ak akuuu..., aku cinta kamu,” kata lidah, suaranya menyentak ke semua
organ tubuh yang menyaksikan aksinya.
“waaaaah, aku berhasil” kata lidah.
Dengan rasa yang sangat gembira, sorakan hati dan
microorganisme tubuh terdengar riuh dalam dada. Namun semua ini belum selesai.
Hati belum juga merasa tenang dan lega. Hati mengharapkan balasan kata cinta
yang barusan diungkapkan. Kata cinta dari hati yang berada di seberang sana.
Disini hati meminta peran telinga untuk membantunya. Hati mengirim pesan
singkat kepada telinga. “bro, lho dengar baik-baik ya apa kata dari seberang
sana.” Dengan cepat telinga balas pesean singkatnya “yoi bro, itu tugas gue
serahin semuanya ame gue.” Telinga bergegas mengaktifkan sistemnya dan menunggu
datangnya gelombang yang datang menuju sistemnya. Dengan tempo yang singkat
sebuah sinyal gelombang masuk kemonitornya. Kemudian telinga meminta bantuan
otak untuk menterjemahkan gelombang tersebut. Lalu otak merespon dengan baik,
dan menterjemahkannya melalui situs “otak translete.” Selanjutnya otak mengirimkan
terjemahannya kepada hati melalui “Darah mail” atau D-mail. Hati membuka pesan
masuk dari otak@yahoo.com dan mendapati tulisan “I don’t love you, i’m
sorry to hear that.”
Sebuah keinginan hati
yang tak terpenuhi membuatnya berperasaan sangat kecewa. Hati putus asa,
seolah-olah ia tak berarti apa-apa lagi dalam sistem organ. Akibatnya energi yang dihasilkan hati
berkurang dengan drastis. Apa yang dilakukan hati saat itu? Ternyata diam-diam
hati menusuk dirinya dengan sisa anak panah asmara yang ia miliki. Akibatnya
sistem kinerja syaraf terganggu yang kemudian membunyikan alarm darurat. Setiap
monitor di perusahaan organ menunjukkan
“danger, danger, danger.” Sinyal danger dari syaraf diterima otak yang kemudian
mengirimnya kesemua operator tubuh. Tubuh meresponnya dengan merasakan sakit
yang tak bisa diungkapkan bagaimana rasanya. Darah hati yang terluka mengalir
dari saluran mata yang menetes menjadikannya air mata. Semua organ mengalami kekacaun
pada saat itu. Dan pada akhirnya otak mengirim D-mail kepada lidah yang
berisikan kata “Aku galaauuuuuuuuuuuu.....”
Itu cerita gue, Cuma fiktif aja. Nah sekarang kita
akan membahas gimana cara mengatasi galau tersebut. Dari riset gue, rata-rata
mereka menjawab untuk menghalau galau adalah dengan mencari aktifitas yang
baru, mencari hal yang membuat perasaan galau itu terlupakan. Itu riset gue,
gimana menurut lho? hehe
Patah hati yang disebabkan putus cinta atau cinta
ditolak adalah faktor utama kegalauan dalam hidup ini. Akibatnya tidur kurang
nyenyak, nafsu makan berkurang dan raut wajah yang kusut. Setiap kali ku
merasakan cinta, dan setiap kali ku mencoba mengungkapkannya, pastilah
kekecewaan yang kurasa. Cintaku tak pernah diterima, cintaku selalu saja
bertepuk sebelah tangan. Hati ini selalu hancur berkeping-keping setiap kali ku
merasakan cinta. Sejak itu aku jera dengan namanya cinta, aku selalu menyendiri
ditempat-tempat yang sepi, damai, dan nyaman untuk merenungkan nasib. Aku mulai
mencoba mencari cara untuk menghilangkan perasaan galau. Dan akhirnya
perlahan-lahan galau itu pergi dengan sendirinya. Tapi semua itu tidaklah
berhasil tanpa tips-tips berikut ini.
1.
Meningkatkan iman
Aku memulai peribadatan dengan serius kepada
tuhan. Setiap waktu ku hanya tertuju kepada tuhan. Setiap kali aku membayangkan
betapa sakit hati ini yang disebabkan cinta tak bertuan, maka titik ketenangan
selalu kudapatkan dengan menyebut nama yang maha kuasa. Perlahan-lahan perasaan
yang kurasa berubah seolah musim panas yang berganti musim semi. Terasa setitik
kasih sayang yang mengisi hati derngan ketentraman yang begitu damai. Aku jatuh
dalam pelukan kasih sayang yang begitu indah, tak ada yang mampu mengalahkan
keindahannya. Aku mulai berfikir bahwa inilah yang dikatakan cinta yang
sesungguhnya. Sejak itu semua perasaan-perasaan gundah, bimbang dan
perasaan-perasaan galau tersingkir jauh dari hati. Tapi jika kedekatan kepada
tuhan mulai tersaingi oleh godaaan-godaan yang akan menjatuhkan ku kedalam
lubang yang sama maka tips yang berikut inilah yang aku andalkan.
2.
Menguasai diri
Aku mencoba dan terus mencoba untuk menaklukan
perasaan yang bergejolak dijiwa. Sedkit
demi sedikit mengontrol diri agar tidak terjerembab kembali dalam kegalauan.
Mengontrol emosi dengan berfikir
positif, enjoy dan menganggap semua baik-baik saja “ All is wel, all iz
welll” kataku dalam hati, seperti mantra yang diajarkan Rancho dalam
film 3 idiots yang diperankan oleh Amir khan. Emosi yang berlebihan ku
manfaatkan untuk bekerja dalam kesenangan. Energi perasaan yang galau ku
curahkan untuk hal-hal yang bermanfaat
untukku dalam memaknai kehidupan. Mencari hal-hal baru sebagai aktivitas untuk
melangkah kedepan meninggalkan galau. Meski hanya selangkah tapi rasakan
bedanya. Dengan mencoba untuk bermotivasi, menganggap hidup ini selalu indah.
Dan segala permasalahan yang dihadapi merupakan
corak warna kehidupan yang menjadikannya indah.
3.
Merenung dalam suasana yang tentram dan damai
Biasanya aku mendatangi
tempat-tempat yang memiliki panorama alam yang indah. Setiap sore aku pergi
mndatangi sebuah dermaga pelipur lara untuk menyaksikan keindahan sunset.
Disitulah aku merenugkan semua kegalauan hati, merenungkan semua masalah yang
kuhadapi, dan mencari solusi bagaimana cara menyelesaikannya. Tapi anehnya bukan
solusi yang kudapat, bahkan perasaan yang gelisah itu menjadi terlupakan dengan
pemandangan yang kusaksikan. Semua perasaan yang gundah, ragu dan bimbang
berbaur menjadi perasaan yang begitu menyenangkan. Dengan hembusan angin yang
menerobos masuk kerongga-rongga hati yang menjadikannya dingin. Dan seketika
itu hati terasa nyaman, tentram dan damai. Semua indera merasakan ketenangan.
Mata yang tak berkedip melihat alam yang terhampar luas, menatap keindahan
segala objek didalamnya. Telinga terasa sunyi dari suara-suara yang bergemuruh,
hanyalah suara desiran ombak yang menghantam karang seolah berbisik sayup yang
terdengarkan.
Kini aku terbebas dari
kata-kata “akuuu gallaaaaaaaau....”. Semua berkat usaha dan kegigihan dalam
menghadapinya. Intinya adalah meningkatkan iman dan takwa kepada tuhan, dan
dapat menguasai diri, sehingga emosi yang kita keluarkan dapat dikontrol dengan
sebaik-baiknya.
