Daftar Blog Saya

Selasa, 01 Januari 2013

artikel



Muhasabah Tahun Baru 2013 M.

oleh: Fahrizul Ikram 


Selamat tahun baru wahai pembaca yang budiman. Kemarin malam begitu banyak fenomena yang saya lihat sepanjang saya menapaki langkah kaki saya. Begitu banyak hal yang membuat kegundahan hilang, namun begitu juga timbul hal-hal baru yang membuat hati bertanya-tanya. Apakah arti semua ini? Dalam rangka penyambutan tahun baru yang beraneka ragam acara yang dipersiapkan. Entah berapa banyak uang yang berhamburan dan terbakar dimalam yang berbahagia itu.
Malam itu tepat pukul 22:30 saya pergi menyaksikan perayaan tahun baru yang gemilang kelihatannya. Berputar mengelilingi kota yang padat dengan orang-orang yang tak mau ketinggalan mengakhiri tahun 2012. Disepanjang jalan, terlihat disetiap halaman rumah orang-orang dan sanak keluarganya berkumpul untuk turut memeriahkan. Ada yang mengisi perayaan itu dengan bakar-membakar, ada yang bermain musik, dan ada juga perayaan yang dimeriahkan dengan Keyboard band.
Saya terus berjalan mencari tempat yang cocok untuk merenungkan hal ini, dan pada akhirnya saya singgah disebuah Cafee Corner yang didalamnya dipenuhi para penikmat kopi yang membooking Cafee itu. Mereka menyemarakkan tahun baru dengan menghadirkan Band dikota itu. Saya begitu menikmati, dan perasaan yang sangat senang sekali bisa menyaksikan semua pengunjung diCaffe itu berbahagia, bernyanyi bersama, berjoget bersama, dan aksi-aksi gokil yang membuat pengunjung tertawa. Dan saya juga terlarut dalam suasana, sehinga ikut bernyanyi bersama mereka yang tidak memperdulikan siapa saya.
Ketika saat-saat yang ditunggu-tunggu hampir tiba, semua keluar dengan membawa kembang api yang telah mereka sediakan sebelumnya. Sampai pada hitungan detik-detik tahun baru yang menyapa, “tiga, dua, satu,” semua meniup terompet dan kembang api dinyalakan pada tempat yang terbuka. Langit yang berbintang dikalahkan dengan sinar kembang api yang menghujani kota. Memang terlihat indah, tapi saya tidak dapat menikmati momen itu. hati saya bertanya-tanya, untuk apa mereka lakukan itu jika hanya menghambur-hamburkan uangnya untuk hal yang tidak bermanfaat. Dimana hati mereka ketika ditengah ramainya orang-orang yang berbahagia masih terlihat segelintir orang yang berbaju kusam, kumuh dan lusung yang mencari sesuatu untuk mengganjal perutnya.
Pembaca yang budiman, bukankah Aceh adalah sebuah negeri yang menegakkan syariat? Tapi mengapa budaya barat yang terkutuk itu berkembang dinegeri Seramoe Mekkah ini? mengapa budaya kembang api menjadi tradisi kita sebagai umat muslim? Sedangkan jika kita lihat pada perayaan tahun baru Hijriah yang lalu tidak sedikit umat muslim yang melupakannya. Tidak ada kita jumpai perayaan yang semeriah tahun baru masehi.
Pembaca yang budiman, saya yang lancang ini ingin menekankan bahwa perayaan tahun baru Masehi bukanlah sesuatu yang mendasar dalam Islam. Perayaan tahun baru bukanlah momen yang tepat untuk berbahagia dan berdoa yang dijadikan ajang dramatisasi. Kita dapat melihat pada perayaan ini banyak sekali dijumpai hal-hal yang tidak ada faedahnya sama sekali. Lebih parahnya lagi, maksiatlah yang semakin merajalela.     Perayaan tahun baru Masehi bukanlah bagian yang harus dilekatkan dalam agama kita. Namun inilah kenyataannya, yang akan menjadi renungan kita. Jangan jadikan tahun baru sebagai ajang bersandiwara, jangan jadikan tahun baru sebagai even yang membawa bencana untuk kita. Renungkan kembali apa yang sudah terjadi delapan tahun yang lalu. Bencana itu datang tanpa kita duga-duga. Semua merasakan kedahsyatannya. Apa yang kita lakukan? Maha benar Allah dengan firmannya “Dan tidaklah Allah menerima taubat dari orang yang melakukan kemaksiatan ketika ajal datang kepada salah seorang diantara mereka barulah ia berkata “sesungguhnya aku bertaubat”. Ketika Bumi menggoncang tanah Aceh semua orang menggemakan ayat-ayat Allah, mengumandangkan lafaz Adzan dan sebagainya. Tetapi ketika momen perayaan tahun baru ini apakah kita ingat kepada Allah? “Nehi”! tidak, semua Asyik dalam kesenangan dunia.
Untuk itu marilah kita renungkan, apa yang sebenarnya yang telah kita lakukan malam itu. membakar-bakar uang, berjoget, bernyanyi dan tertawa bersama, dan semua itu adalah hal-hal yang sangat dimurkai Allah. Saya bukanlah orang yang begitu  paham dalam urusan syariat, tapi saya sadar bahwa hal ini memang sudah menyimpang dari syariat.
Akhir kata, mohon maaf atas kelancangan saya. Semua itu sekedar angan-angan saya sebagai Warga baru Aceh untuk membantu menopang dan menegakkan syariat yang sebagaimana mestinya di negeri Seramoe Mekkah yang bermartabat ini.



wassalam

1 komentar: