Daftar Blog Saya

Jumat, 26 September 2014

you are still the one

Gue nggak tau apa yang sedang diinginkan hati saat ini. Rasanya perih banget. Seperti ada sesuatu yang mengganjal direlung-relung hati gue. Gue risau, gue khawatir dan sangat-sangat khawatir kepada seseorang yang sangat berarti dalam hidup gue. Hingga saat ini, kenangan ketika bersama selalu membayang dalam pikiran gue.
Beberapa waktu yang lalu gue denger kabar dari temen gue, bahwa seseorang itu menderita sakit. Gue kaget, bener-bener kaget dan cemas. Gue berusaha cari kabar tentang keadaan dia, tapi gue bener-bener buta arah. Gue nggak tau mau tanya siapa. Smentara hati gue terus gelisah mikirin dia, mikirin kondisi dia, dan mikirin penyakit apa yang dideritanya. Gue coba bongkar semua didalam rak buku gue untuk mencari no handphonenya yang pernah gue simpen dulu. Tapi no itu udah nggak aktif, percuma. Dan berkali-kali gue coba hubungin tetep aja no itu nggak aktif. Gue semakin gelisah, apa yang harus gue lakuin? Gue nggak tau dimana dia sekarang. Jadi gue harus cari kemana? Gue kehilangan arah untuk dia. Tapi gue, gue nggak mau biarin dia hilang gitu aja dalam hidup gue, gue nggak ingin menyerah, dan gue terus berusaha. Mungkin karena panik gue nggak kepikiran untuk inbox dia lewat FB. Jadi waktu itu gue kebetulan online untuk ngilangin rasa gelisah yang sedang mampir dalam diri gue. Tiba-tiba cewek itu...., wanita yang selalu gue rasain kehadirannya lewat mimpi dan hayal gue, muncul di beranda gue. Walaupun dia nggak lagi online, gue langsung inbox dia. Tapi gue gugup dan bingung mau bilang apa. Dalam pikiran genting gue, yang paling utama adalah kabar dia. Gue Cuma pengen denger kalo dia baik-baik aja. Akhirnya gue enter isi pesan gue buat dia. Waktu itu gue nggak yakin dia bakalan balas pesan gue itu. Ternyata, dia bales inbox gue. Walaupun sekedar senyum doank, perasaan gue langsung lega. Gue yakin dia bisa lewatin semua yang sedang dialaminya. Gue yakin dia bisa sabar dan berusaha untuk sembuh dari penyakitnya. Karena gue udah denger kabar tentang penyakitnya itu, gue langsung pergi ketempat temen abang gue yang seorang dokter. Dia bilang penyakit itu bisa disembuhin. Gue semakin percaya diri dan yakin, dia pasti sembuh dalam waktu yang dekat... ***
Bagi gue, dia adalah kunci dari kebahagian hidup gue. Gue terlalu cinta sama dia sehingga membuat gue relain untuk tidak pernah mengenal cinta setelah hubungan gue berakhir sama dia dulu. Gue Cuma berharap sama dia, sekarang dan sepanjang hidup gue, gue Cuma berdoa dan berusaha untuk dapetin dia. Gue relain semua buat dia. Jika dia butuh salah satu organ dalam tubuh gue, gue bakal kasih sama dia. Pokoknya apa aja yang dia butuhin untuk kesehatan dia bakalan gue kasih buat dia. Bahkan gue rela ngorbanin nyawa gue jika itu diperlukan untuk ngelindungin dia dari segala sesuatu yang nyelakain dia. Gue bener-bener sayang banget sama dia. Hari-hari gue begitu sedih tanpa kehadiran dia, dan itu gue rasain sepanjang 3 tahun terakhir ini. Gue berusaha buat diri gue supaya nggak kebawa sedih kemana-mana sehingga gue cari cara agar gue bisa ketawa dan sejenak lupa sama perasaan gue itu.
Sumpah, perasaan ini, baru kali ini gue alamin rasa cinta yang begitu dalam kepada seorang wamita.
Buat gue hari ini, jika dia ada didepan gue, gue pengen bilang “terima kasih telah mengizinkanku mengenalmu. Dalam hidupku yang tak begitu lama didunia ini aku ingin kesediaan dirimu yang menemaniku. Hingga nanti aku dan dirimu menemukan jalan untuk kita berdua menuju dunia yang kekal, dan selamanya kita akan bersama disana.” ***
Gue...., gue nggak tau lagi harus berbuat apa.
kalo aja ada seseorang yang bisa bantuin gue, gue pengen lo sampein sama dia. Gue khawatir banget sama dia. Dan tolong lo bilangin, bahwa dia berarti banget buat gue.....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar