Daftar Blog Saya

Senin, 09 Maret 2015

(Kau...) Edelweiss Ku



Telah lama aku tinggalkan tempat ini. Kini aku kembali hanya sekedar melihat-lihat cerita lama yang pernah kutorehkan disini. Sebetulnya, ada begitu banyak cerita yang ingin aku torehkan lagi, namun tidak memungkinkan ku untuk memenuhi hasrat yang pernah terbuang ini. Menulis adalah sebuah hobi dikala aku merasa bosan, senang,sedih, dan dikala perasaan ini terjepit diantaara beban yang selalu menimpa. Aku tidak begitu percaya akan hal ini, mengapa aku terlihat lebay? Benarkah? Mungkin asumsi itu akan berubah saat bertemu langsung  dengan orang yang menulis postingan ini.
Tadinya aku ingin membuat sebuah lagu yang bertemakan bunga edelweiss. Tapi tak ada salahnya jika keinginan itu tertunda demi postingan ini.
Semua mungkin tau bunga edelweiss, ya bunga yang hanya tumbuh didataran tinggi ekosistem gunung berapi. Dialah si bunga pujaan, sang legenda diatas awan, bunga yang di impi-impikan kehadirannya sebagai symbol keabadian. Bagiku, bunga yang molek ini adalah anugerah terindah dari tuhan yang harus dijaga, bukan untuk dimiliki. Karena aku yakin dan percaya bahwa semua yang ada dibumi ini merupakan titipan tuhan semata.
Edelweissku sayang, butuh usaha dan kerja keras agar aku bisa mendapatkanmu. Banyak rintangan yang harus kulalui demi keindahan parasmu. Berdiri diantara tebing yang tinggi, merayap diantara akar-akar pohon yang rapuh, melewati sungai, dibawah terik matahari, diantara hujan dan malam yang begitu dingin dan menusuk. Bahkan badai sekalipun aku lewati agar aku bisa melihat dan menyaksikan kau masih disana, ditempat yang sulit ditemukan. Ya… kau! Kau lah edelweissku. Bukan untuk kumiliki, tetapi untuk kujaga. Kaulah edelweissku, yang membuatku merasa bahagia ketika kau masih disana. Kaulah edelweiseku, yang tak ada sepasang matapun yang tak akan jatuh hati saat melihatmu. Andai aku bisa, aku ingin berada disana, bersamamu menyaksikan sunrise dari atas awan. Oh edelweiss, jika ada seseorang yang mencintaimu dan tak mampu memilikimu, maka akulah orangnya. Akulah yang akan selalu menjagamu sampai kau mulai layu ditelan usia.
~tetaplah menjadi edelweise dihatiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar