Daftar Blog Saya

Senin, 10 Desember 2012

puisi



<iframe src="http://www.stafaband.info/embed-16653.html" width=310 height=70 scrolling="no" frameborder=0></iframe>
 nafas kehidupan
oleh: Fahrizul Ikram


Aku terbangun  dan mencari
Kemana, aku tidak menemukan
Hatiku gundah
Hatiku gelisah
Aku kehilangan dia...
Entah dimana lagi akan aku dapatkan
Itu adalah yang terakhir
Hanya satu...

Mentari....
Bantu aku mencari,
Bantu aku temukan dia
Kumohon terangi tempat ini
Agar aku dapat melihat

Hatiku bertanya
Hatiku curiga, dengan semua

Mentari...
Dia sudah terlihat
Sangat dekat denganku
Burungpun bersorak gembira
Dengan sinar terang yang datang

Pergilah gundah
Pergilah resah
Jauh dari hidupku
Aku tlah temukan
Dia dibalik kotak putih
Akan ku mengambilnya....

Api bakarlah...
Hingga ia menjadi abu
Jadikan asapnya iringan nafasku
Agar aku dapat menikmati
Dan...
Biarkan ia mengalir dalam rongga-rongga nadiku
Biarkan ia terus mengalir...
Keluar melewati hati
Akan kuhembuskan
Menjadi nafas kehidupan
Untuk ku.....

Gundah tlah pergi
Resahpun berlalu
Curiga mulai sirna
Semua habis terbakar api

Mentari...
Bawa ia keluar
Bersama udara pagi
Agar asap kembali suci

Api..
Bakarlah lagi
Hingga menjadi abu kembali
Hingga benar-benar kunikmati
Jadikan ia asap kehidupan
Yang menjalar keseluruh tubuhku

Hati telah letih
Asap...
Jangan kau lalui lagi
Keluarlah melalui nadi
Yang akan membawamu kepermukaan
Hingga habis terbakar
Lebur bersama abu....

Senin, 03 Desember 2012

artikel




“Pendidikan Agama Islam itu Penting”
Oleh: Fahrizul Ikram
Dewasa ini banyak kita lihat berbagai macam pandangan masyarakat tentang pendidikan agama islam. Adanya kecaman yang  dilontarkan kepada orang-orang yang erat sekali hubungannya dengan pendidikan agama islam yang belum berlangsung dengan sempurna dijalankan di dalam masyarakat, sekolah maupun di perguruan-perguruan tinggi islam  atau STAI. Permasalahan yang terjadi didasari karena meningginya angka tindak kriminal di indonesia khususnya Aceh. Yang menurut sebagian orang menganggap meningkatnya angka tersebut disebabkan pelaku-pelaku tersebut tidak memiliki pendidikan agama yang cukup. Artinya kita dapat memahami bahwa ternyata pendidikan agama itu penting untuk di ajarkan kepada setiap individu maupun sosial. Agama islam mengajarkan banyak hal tentang kehidupan bermasyarakat dan hubungannya dengan penciptanya yang semuanya telah terangkum dalam kitab suci Alqur’an. Maka hendaknya dibuat suatu sistem yang menyangkut pendidikan agama islam yang di kenalkan dari sejak seseorang itu lahir. Jika semua sistem itu berjalan dengan lancar, kemungkinan besar dapat mengurangi angka tindak kriminal di negara ini.
Kemudian jika kita lihat dari sisi pemerintahan, sangat minim sekali pejabat pemerintahan yang memiliki pendidikan agama islam yang cukup. Buktinya masih banyaknya pejabat yang terbukti merampas hak-hak rakyat, mengambil sesuatu yang bukan haknya, dan tidak memperhatikan kesejahteraan rakyatnya. Sebagai mana yang kita ketahui bahwa seorang pemimpin memiliki tugas dan tanggung jawab yang besar terhadap rakyatnya. Dalam sejarah kepemimpinan kaum muslimin sepeninggal rasul, para Khulafa Rasyidin dan para sahabat Rasulullah yang mulia beranggapan bahwa Baitul Maal adalah amanat Allah dan masyarakat kaum muslimin. Karena itu, mereka tidak mengizinkan pemasukkan sesuatu kedalamnya ataupun pengeluaran daripadanya yang berlawanan dengan apa yang telah ditetapkan oleh syari’at. Mereka mengharamkan tindakan para penguasa yang menggunakan Baitul Maal untuk mencapai tujuan-tujuan pribadi mereka. Jika kita lihat realita pemimpin dan pejabat pemerintahan sekarang, sangat jauh dari apa yang kita harapkan. Sebagai contoh, para pejabat pemerintahan diberikan kendaraan dinas yang diambil dari khas negara atau daerah. Tetapi tidak sedikit kendaraan dinas dijadikan sebagai kendaraan pribadi dan untuk kepentingan pribadi pula. Lain lagi para pemimpin yang tidak bertanggung jawab dengan tugas-tugasnya. Maka dapat kita lihat perbandingannya Ketika sayyidina Umar menjadi Khalifah ia menyatakan dalam pidatonya tentang hak seorang Khalifah dalam baitul mal, katanya “Tidak dihalalkan bagiku dari harta milik Allah melainkan dua potong pakaian musim panas dan sepotong pakaian musim dingin, dan uang yang cukup untuk hidup sehari-hari seorang diantara orang-orang Quraisy yang biasa, dan setelah itu aku adalah seorang biasa seperti kebanyakan kaum muslimin”. Jika saja di negara ini masih ada seseorang pemimpin layaknya Umar, mungkin akan terjadi perubahan besar untuk bangsa ini. Itu semua karena kurangnya pendidikan agama yang mereka miliki. Itulah sebabnya kemakmuran negeri ini akan bisa riil dirasakan seluruh rakyat perindividu hanya jika kekayaan negeri ini diatur dan diurusi dengan menggunakan syari’at islam yang diterapkan secara utuh.
Untuk itu program-program pendidikan agama islam yang telah diterapkan didalam lingkungan masyarakat hendaknya dikembangkan kembali. Dan itu juga harus menjadi pusat perhatian pemerintah. Seperti halnya di daerah Aceh, yang dianggap sebagai daerah yang berpegang pada syari’at. Tetapi pada kenyataannya masih jauh dari syari’at islam yang sesungguhnya. Ini dapat dilihat dari salah satu faktanya, yaitu perlakuan pemuda/pemudi muslim diaceh yang tidak mencerminkan sikap seorang muslim yang menjalankan syari’at. Seharusnya seorang pemuda itu mempersiapkan diri untuk menjadi seorang muslim penerus bangsa yang menegakkan syari’at tetap berdiri di Aceh. Tetapi tidak sedikit pemuda/pemudi Aceh yang terjatuh dalam jurang kemaksiatan. Malah mereka sendiri yang menumbangkan syari’at itu sendiri diAceh. Syari’at seolah-olah tidak ada artinya dimata mereka. Seperti pada kelakuan pemuda/pemudi aceh yang sedang menjadi tren saat ini, yakni pacaran. Memang bukan diAceh saja, diseluruh Indonesiapun pacaran adalah sebuah tradisi pemuda yang dari zaman kezaman tetap menjadi tren. Awalnya dari pacaran, kemudian menjalar kepada hubungan yang diharamkan dari syariat. Problematika inilah yang sebenarnya perusak generasi muda indonesia khususnya didaerah Aceh. Memang beberapa tahun belakangan ini masalah kenakalan dan kriminalitas yang dilakukan remaja terus meningkat baik kualitas maupun jumlahnya. Kenakalan remaja saat ini makin mengarah pada tindakan kriminal seperti pencurian, pemerkosaan, penggunaaan narkoba, bahkan pembunuhan. Tapi sampai saat ini belum kita lihat dari usaha daerah setempat untuk menangani problem tersebut. Dari banyak program-program pemerintah daerah maupun pusat yang membuat aturan baru tentang penanganan pelaku-pelaku tindak kriminal pada remaja belum menunjukkan hasil yang memuaskan. Hal ini ditunjukkan masih adanya tindak krimininalitas yang dilakukan remaja saat ini.
Problem kenakalan dan juga kriminalitas remaja hanya bisa diatasi secara terpadu dari segala aspek. Yang bisa menjamin terwujudnya hal itu hanyalah penerapan syariat islam secara utuh dan total.
Coba kita meralat kembali permasalahan ini dengan mengaitkan Pendidikan Agama islam. Dari pengertiannya pendidikan berarti pengajaran yang dilakukan seorang pengajar kepada peserta didik  untuk memperoleh suatu ilmu tertentu. Sedangkan agama islam merupakan suatu keyakinan umat manusia yang dijadikan sebagai jalan menuju kehidupan yang akhir, dengan mengagungkan dan meyakini kebesaran tuhan pencipta alam semesta yang satu yaitu Allah swt. Dimana agama islam memuat segala persoalan kehidupan didunia dan akhirat dengan ketentuan yang berlandaskan dari kitab suci (Alqur’an) dan segala sesuatu yang berasal dari Rasulullah (sunnah) sehingga dapat menjadi penunjuk jalan kehidupan yang benar sehingga terciptanya kesejahteraan dalam kehidupan didunia dan akhirat.
Jadi pendidikan agama islam adalah pengajaran dalam melaksanakan ketentuan-ketentuan yang telah menjadi tanggungan bagi setiap manusia yang mengimani agama islam sebagai keyakinannya. Menerapkan hukum-hukum dan ketentuan-ketentuan tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Serta mengarahkan pemikiran yang diluar logika yang tidak dapat didefenisikan secara akal agar tidak terjadi penyimpangan dan kemusyrikkan terhadap tuhan dan agama. Dengan tujuannya untuk menciptakan kesejateraan dalam kehidupan antar manusia yang bermasyarakat.
Dari pendefenisian itu, apa yang menjadi permasalahan diatas benar-benar dapat dijadikan sebagai bahan untuk membuktikan kepada seluruh dunia bahwa pendidikan islam itu penting.

Selasa, 27 November 2012

untukmu ayah



dimana...
 akan kucari
aku menangis seorang diri
dataanglah
aku ingin bertemu
untukmu, aku menanti

lihatlah..
hari berganti
namun sekarang lebih indah
dari dahulu
meski aku harus menahan pilu
untuk ayah tercinta

untukmu ayah,
dengarlah kata hati ku
disini aku menangis untukmu
aku adalah anak terbodoh yang pernah ada
yang mengecewakanmu
meski bukan niatku
dan tidak membunuhmu
tapi itu nyaris...
tusukan hati jauh lebih tajam
daripada mata logam yang kulayangkan

saat itu aku takut ayah
aku takut kau akan meningalkanku
meski pada akhirnya kau pergi 
meninggalkanku
meninggalkan mama
dan semua

aku benar-benar terbeban
aku tertekan
dan...
saat itu aku kecewa, ayah..
kecewaaa...
sungguh kecewa...

ayah...
 hati ini menangis saat berdekapan dengaanmu kembali
 aku sangat merindukan momen ini
 ayah...
 maafkan daku yang pernah menyakitimu
 aku adalah seorang anak durhaka
 sungguh, wallahi kejadian itu adalaah sebuah kekhilafan
 maafkan aku ayah
 aku tak bisa berkata apa-apa
 aku menangis bahgia bisa sedekat ini denganmu
 ayah...
 jika suatu saat nanti kita bertemu lagi
 aku akan berlutut memohon ampun padamu....
Allah, maha besar engkau yang telah memberi kesempatan untukku...

Jumat, 16 November 2012

opini



Sandiwara “AMUK” Mendramatisasi “Amukan” Mahasiswa
Oleh: Fahrizul Ikram


Beberapa waktu lalu, dalam rangka menyambut  1 Muharam 1434 H, “AMUK” (Aliansi Mahasiswa Untuk Kebenaran) menggelar aksi keislaman yang membuat Mahasiswa STAIN ZCK terharu atas inisiatif mereka. Yaitu pembacaan surat Yasiin bersama-sama dihalaman kampus STAIN ZCK. Semangat dan antusias seluruh mahasiswa dari berbagai Prodi datang berbondong-bondong meninggalkan kelas untuk mengikuti acara tersebut. Sebab jarang sekali diadakannya hal-hal seperti ini di kampus. Semua mahasiswa yang menjunjung tinggi syariat islam kala itu tersenyum bahagia setelah melakukan dan menyaksikan pembacaan surat Yasiin dan Shalawat atas Nabi yang juga melengkapi acara tersebut. Setelah selesai, para Laskar “AMUK” memulai aksinya. Bersandiwara dihadapan seluruh mahasiswa yang menghadiri acara tersebut. Perca hitam melilit dikepala mereka, tertulis dengan tinta putih “AMUK”.
Mereka melakukan tuntutan yang ditujukan kepada PUKET III yang dinilai mereka tidak bertanggung  jawab atas kewajibannya. Dalam orasi ini, mereka melibatkan mahasiswa untuk ikut meng“AMUK” didepan pintu masuk kampus, menuntut PUKET III untuk menstabilkan keorganisasian mahasiswa demi menjaga kredibilitas kampus. Kemudian pada point selanjutnya mereka menuntut PUKET III untuk menertibkan mahasiswa yang melanggar kode etik mahasiswa. Menertibkan secara benar peran dan fungsi lembaga mahasiswa dikampus. Dan ditegakkannya syariat islam dikampus secara kaffah. Namun sayangnya, meski sandiwara mereka terlihat begitu dramatis tapi tak sedikit mahasiswa menyadari bahwa dirinya ditipu, dan secara bersamaan pula mereka dipaksa ikut meng”AMUK” didepan pintu kampus bersama laskar “AMUK”. Berdasarkan komentar dari beberapa mahasiswa, mereka mengatakan bahwa pada hari itu mereka diperintahkan oleh Laskar AMUK untuk menghadiri acara pembacaan Surat Yasiin di halaman kampus. Dan mereka tidak diberi tahu bahwa pada waktu yang bersamaan juga akan dilakukan orasi damai, yaitu tuntutan laskar AMUK terhadap PUKET III yang akan melibatkan mahasiswa-mahasiswa yang hadir diacara tersebut.  Jelas disini, ini merupakan penipuan  dalam sandiwara yang mereka buat.
Lebih disayangkan lagi, ibadah dijadikan sebagai  alat untuk menipu dalam persoalan-persoalan yang tidak berkaitan dengan syariat. Pepatah mengatakan “Ada udang dibalik Batu”, begitulah kata-kata yang cocok dalam realita tersebut. Ternyata ada niat terselubung dari penggelaran baca surat yasiin yang dilakukan bersama-sama itu. Sangat disayangkan sekali. Seharusnya niat ibadah itu semata-mata karena Allah swt, bukan karena suatu faktor yang lain. Dan pernyataan mereka yang mengatakan bahwa kampus melupakan atau mengacuhkan hari-hari besar syariat islam seperti peringatan 1 Muharaam diatas, merupakan akal-akalan peng“AMUK” agar memiliki pendukung untuk menyemarakkan tuntutan mereka dalam mempertahankan posisi suatu kelompok tertentu yang dianggap memiliki permasalahan dengan pihak yang bersangkutan yang telah disebutkan diatas. Jelas-jelas itu merupakan persoalan pribadi kelompok yang mungkin posisinya sedang tidak menguntungkan.
Jika kita lihat dari point-point tuntutan tersebut, permasalahan yang berupa kampus tidak menjalankan syariat islam dilingkungan kampus dengan sempurna itu bukanlah merupakan suatu permasalahan yang harus dibesar-besarkan. Jika memang kita ingin menghidupkan syariat islam didalam lingkungan kampus mengapa harus melakukan unjuk rasa seperti yang dilakukan para peng “AMUK” diatas. Karena itu adalah kegiatan yang memalu-malukan mahasiswa STAIN ZCK saja. Sebab pelaku-pelaku pelanggar syariat islam umumnya dari mahasiswa itu sendiri. Sebagai mana firman Allah swt, “Allah tidak akan merubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang merubahnya” . untuk itu, kita sebagai mahasiswa yang merupakan agent perubahan dalam segala lini seperti yang dikatakan “AMUK”, hendaknya mengintrospeksi diri sebelum menyatakan anggapan suatu kebenaran. Karena yang sebenarnya yang akan menjadi bumerang bagi mahasiswa adalah perbuatan dan sikap mahasiswa itu sendiri yang tidak mencerminkan akhlak yang sesuai dengan sistem dan ketentuan-ketentuan yang berlaku dikampus STAIN ZCK Langsa.