Daftar Blog Saya

Jumat, 13 Juni 2014

Aku Tersesat Dalam Kehidupan


Jemari ini kembali menari diatas papan tombol yang berdebu. Desah nafas yang beriringan dengan alunan instrumen musik "Despair" membawa saya kedalam suasana sepi dan menyedihkan. Tak tau lagi kemana mata ini akan memandang masa depan, jika disekeliling ini hanya kenyataan yang menyengsarakan. Ilusi dalam mimpi terus berjalan, mencoba membawa saya kealam yang tenteram, damai dan nyaman. ilusi itu terus saja membawa saya untuk berangan-angan, terbalut dalam kebahagiaan semu. Tak ada yang tau, betapa resahnya hati ini menunggu sesuatu yang mustahil. "Kebebasan"! ya, itulah yang saya cari selama ini. sementara kesempurnaan itu tak kunjung datang, berbagai masalah dan ancaman selalu membayangi kemanapun saya berdiri.
Mengapa saya selalu mengeluh dengan hidup yang saya jalani? Apakah saya secemen itu?
Terserahlah, apapun itu, hinaan, cacian, ejekan, serta pandangan negatif dari setiap orang yang menilai akan saya terima. Saya tidak pernah marah dengan semua perkataan yang mencoba menjatuhkan saya, baik itu cacian serta direndahkan, dan atau sebagainya. Karena saya menyadari segala kekurangan dalam diri saya. Meskipun dianggap sebagai sampah yang tak berguna sekalipun saya tetap menghargai pujian yang menyedihkan itu.  

"Aku tidak suka dengan orang yang membohongi dirinya sendiri ditengah turunnya salju"

ya, saya juga sangat membenci orang seperti ini. Tetapi betapa munafiknya saya setelah menyadari selama ini saya terus berada dalam kebahagiaan palsu. Menangis didalam keceriaan senda gurau. Menutupi segala kepedihan abadi yang tak pernah terobati. Bukan tertutup, tapi justru saya tak malu untuk bercerita. Bukan mengharap belas kasih orang yang mendengarkan, dan tak pernah juga saya berharap sesuatu yang lebih dari mereka selain kata-kata yang bisa membuat saya bangkit. Mungkin dilain sisi saya merasa tidak ada  seorangpun yang bisa mengerti dengan penderitaan yang saya jalani, tapi ada sebuah sisi yang membuat saya berpikir positif kepada orang-orang di sekeliling saya yang telah mencoba memberikan apa yang saya butuhkan. Semangat dan dorongan selalu saya hargai meskipun jika tidak bisa diterima dengan akal sehat sekalipun.

hidup susah selamanyapun akan susah, tiada tempat, dan waktu selain kesengsaraan dan kepedihan melawan penderitaan.
Malam ini, semua mimpi dan angan-angan terbang bersama angin. Itu artinya, saya yakin dengan pilihan yang saya ambil. Hidup saya hanya untuk bermimpi.
dan untuk meraih mimpi itu, pendidikan yang sedang berjalan ini pasti akan berhenti. Ya... jika sudah tiba saatnya saya akan melambaikan tangan kepada anda-anda semua yang berbahagia mengenakan Toga kebanggaannya. Dan saat itu, saya berharap bisa menyaksikan diri saya sendiri untuk dapat tersenyum bersama mereka..

Tidak ada komentar:

Posting Komentar