Daftar Blog Saya

Jumat, 06 Juni 2014

Dreams or Despair

Entah kenapa, apa yang membuat saya terdorong untuk menuliskan keluh kesah saya disini? saya hanya merasa setiap kali saya menulis, sesuatu yang hebat terasa dalam diri saya. Seolah-olah rasa kesepian saya terobati. Dimana saya di dunia nyata tidak mendapatkan seseorangpun yang benar-benar dapat mengerti saya, tapi disini saya merasakan ada yang mengerti dengan apa yang saya rasakan, ada yang mengerti dengan perasaan saya, seolah-olah ia paham dengan apa yang sedang asaya alami. Iya, mengapa itu bisa terjadi? Karena dunia maya ini saya anggap sebagai cerminan hidup saya. Dunia maya saya anggap sebagai sahabat sejati saya yang siap mendengarkan semua, dan segala sesuatu yang menyangkut dengan saya, baik itu perasaan dan atau sebagainya.  Saya merasa telah gagal menjalani hidup ini, dan mungkin dalam waktu dekat pikiran yang buruk akan selalu membayangi saya. dan saya terlalu takut jika hal itu terjadi kepada saya. Saya terlalu cepat bertindak, dan hal terbodoh mengakhiri hidup dengan cara yang konyol sangat sulit saya hindari. Saya merasa takut dengan masa depan saya, saya sangat takut jika mengetahui dan mengakui bayangan masa depan saya itu nanti. Tetapi, saya sadar betul! dengan apa yang saya hadapi dan segala sesuatu yang telah saya alami mungkin sudah jelas tergambar jadi apa saya kelak. Saya berusaha menghibur diri, menghindari dari semua yang membuat saya merasa bersedih. Tapi apalah yang bisa saya lakukan, selain tertawa bersama sahabat dan teman disekeliling saya, padahal hati dan persaan saya merasa tersayat didalam sana. Saya terus menahan sesak didada, mencari sesuatu yang bisa dijadikan sebagai penenang, meredamkan rasa gelisah yang terus membayangi diri saya. Dulu saya penjarakan perasaan saya, mencari suasan sepi sebagai tempat berdiam diri. Tapi apa yang saya dapat? selain rasa sakit itu terus menggerogoti hidup saya. Mungkin banyak orang-orang diluar sana mengalami penderitaan seperti saya, tapi apakah kita bisa saling mengerti satu sama lain? saya melihat mereka menjadi liar. apa yang menyebabkannya? karena mereka merasa tak ada yang peduli dengan hidupnya, tak ada yang menerima keberadaannya, tak ada yang bisa mengerti dan memahami dirinya. sehinggga ia terus melakukan perbuatan yang menurutnya bisa  membuatnya senang dan bahagia sebagai obat penawar kesepiannya. Saya benar-benar dapat merasakan penderitaan orang lain, karena pernyataan itu benar. Hanya orang yang pernah mederita yang dapat mengerti  dan memahami artinya penderitaan. Cinta yang selama ini diasumsikan sebagai sesuatu yang sempurna, serta keindahan yang tiada tara, dalam artian saya cinta hanya bualan belaka. Bagi saya, cinta melahirkan benci. Saya cinta ibu dan ayah saya, tapi justru karena demi melindungi orang-orang yang saya cintai itu saya malah jatuh dalam perasaan benci yang luar biasa terhadap paman saya yang selama ini mencoba mengusik keharmonisan keluarga saya.
Hati saya bertanya, "kenapa? kenapa kalian memandangiku seperti itu?". dari kecil saya merasa orang-orang telah mengucilkan saya, menjauhi saya, mempermainkan saya, meperolok-olok saya, menghina saya, merendahkan saya, meremehkan saya, dan tidak sedikit teman ataupun yang sudah saya anggap sebagai sahabatpun bisa mengacuhkan sapaan saya. Entah apa yang ada dalam diri saya, saya mengerti dengan semua sikap saya yang kasar, sok akrab, dan keisengan yang sering kali saya lakukan kepada orang-orang disekeliling saya mungkin itu adalah efek dari kerasnya hidup yang saya jalani. Perbuatan-perbuatan saya rasa membuat saya sedikit lupa dengan apa yang terjadi pada diri saya. 
Saya rindu dengan impian-impian saya, mimpi-mimpi saya, dan sebagainya. Saya ingat, dikala kecil saya terbiasa dengan angan-angan, berlari kehalaman rumah kemudian berbaring diatas rumput hijau menghadap kelangit. saya cermati awan-awan yang berjalan, burung-burung yang bebas, dan pasangan capung-capung yang beterbangan diatas saya. Saya memimpikan ingin merasakan hidup yang teman saya alami. teman saya ini adalah seorang anak yang beruntung dengan dilahirkan oleh kedua orang tua yang berlimpah hartanya. apa saja yang ia mau, dia tinggal meminta maka terkabullah permintaannya itu. sesekali saya tersenyum, menikmati indahnya kebahagian saya dalam hayalan itu. Sampai saya tak sadar bahwa hari sudah gelap, jika saja suara azan tak berkumandang mungkin saja saya akan betah berlama-lama berada dalam angan-angan dan hayalan itu.
bagi saya, mungkin tak ada yang lebih indah selain angan-angan belaka!!
Cukup untuk hari ini, saya tidak tau ingin mencurahkan isi hati saya kepada siapa. Saya berusaha menceritakan kepada teman, tapi saya lihat mereka merasa terbebani dengan masalah saya. Saya kembali berusaha tertawa, sementara hati semakin tersayat didalam sana. Pikiran bodoh sering melintas, dengan segala ancaman-ancamannya yang membuat saya semakin takut dengan masa depan saya.
saya hanya berharap, mimpi ini akan tetap ada dan abadi untuk selamanya. Walaupun kenyataan mengatakan saya lebih dari seorang pemimpi, "" matipun akan kuraih mimpi itu!!!"

Tidak ada komentar:

Posting Komentar