Daftar Blog Saya

Kamis, 06 November 2014

kenal lebih dekat dengan Bang Ikram



Ikram itu orangnya asik, gokil, dan humoris juga. Dia itu baik, nggak pilih2 kalo buat kawan. Kadang kawannya aja yang suka milih. Trus seorang ikram juga orangnya suka ngelantur kalo bicara,tapi tetap asik. Dia itu orang yang paling langka deh didnunia ini. Andai aja indonesia punya lembaga pelestarian manusia langka kayak dia, mungkin dia salah satu manusia langka yang paling dilindungi. Dan kalo ada manusia langka, pasti deh banyak juga yang buruin dia. Ya, kayak cewek2 alay itu. Aneh juga sih, seorang ikram yang ganteng dan keren abis itu kok yang nguberin cewek2 alay. Emm kalo udah tau sedikit tentang ikram, selanjutnya seorang ikram paling suka bengong, ntah apa yg dia pikirin nggak ada yang tau, hanya tuhan dan dia yang bisa jawab tingkahnya itu. Yang paling aneh, dilemari pakaiannya dia dipenuhi dgn barang2 serba hitam, dia orangnya paling suka dengan warna hitam. Dan setiap hari sabtu, ada beberapa waktu yang dijadiin hari hitam buat dia. Nggak heran deh, tiap sabtu dari rambut yang hitam tp agak pirangan dikit, terus kemeja hitam dalemannya juga hitam trus pakek jeans hitam kaos kaki hitam dan sepatu hitam. Kalo lagi nongkrong dengan setelan hitamnya itu nggak tanggung2, dia sengaja beli rokok BLACK biar ikutan hitam. Mungkin kalo ada truck yang lewat ngeluarin asap hitam udah dihirup tuh ama dia. Selain itu, semua hpnya warna hitam, laptop hitam dan semua background hp atau laptopnbya semua hitam. Sumpeh gile tu anak fanatik banget hitamnya.
Terus apa lagi ya, seorang ikram juga nyebelin bagi kalangan cewek. Aneh juga, tampang kayak gitu kok banyak ya cewek yang bilangin dia PHP. Mungkin aja karena mitos dia juga kali ya. Mitosnya nih, katanya dia tetap setia sama seorang cewek. Ya nggak heran deh kalo dia suka deket cewek tapi nggak ada niat jadiin pacar. Terus juga, seorang ikram nggak suka pacaran. Masak iya? Ya liat aja dia nggak pernah pacaran. Mungkin karena konsitennya dia sama cewek itu kali ya. Emang gimana sih cewek yang buat dia bisa sendiri tanpa cewek pengisi hati gitu? Keliatannya sih cewek itu begitu berarti buat dia, dan mungkin aja kebiasaan bengongnya selama ini karena ingat sama tu cewek. Waah tu cewek apa bagusnya? Dari yang terlihat sih, kayaknya tu cewek baik, walaupun mungkin nggak cantik tapi dia bisa buat seorang ikram kayak gini. Salut deh buat tu cewek, dan salut juga sama ikram dengan sabarnya sama perasaannya tanpa kepastian yang jelas dari cewek yang ada dihatinya.
Yang paling dimiliki oleh seorang ikram itu adalah rasa setia kawanannya. Dia nggak pelit kalo lagi punya, tapi suka hitung2an kalo pas lagi bokek. Ya wajarlah. Dia pernah dimarahin bokap temennya, haha apes banget si ikram.
Mungkin kalo yang ini semua juga udah tau, kalo seorang ikram suka nulis. Ada banyak tulisan yang dia simpen rapih didalam notbuknya. Kisah dia banyak banget disitu, paling banyak cerita pas dia sama cewek yang dia sayang itu. Ceritanya galau semua, si cewek nggak pernah buat sesuatu yang wah, tapi semua yang pernah dia jalanin dia anggap sesuatu yang begitu indah dan berarti. Kenapa ya ceweknya nggak yakin sama dia? Meneketehek!! Liat aja ikramnya gimana, lebih banyak nggak seriusnya. Kapan si cewek bisa yakin. 
Haaaah, repot banget sih hidupnya ikram. Susah nebaknya. Nggak tau kapan dia senang, kapan dia sedih. Bisa aja dia senang kalo lagi sedih, dan bisa aja sedih tapi lagi senang. Hehe tapi yang nandain dia lagi seneng sih pas dia lagi boker. Dia rela keluar masuk wc walaupun nggak eek tapi dia paksa eek kalo lagi seneng. Ntah apa misi anaktu, gilak kali ya. Kalo lagi gugup dia sering kebelet pipis, haha aneh banget sih cowok kayak gitu. Yaelah, sumpah gue. Tiap kali mau presentase pasti dia pipis walaupun dia bilang mau cari angin tapi tujuannya Cuma satu, Kamar mandi.
Kemaren ada mitos baru juga tentang ikram. Akhir-akhir ini dia sering bersikap aneh. Ya memang dari awal dia orangnya dia aneh tapi kali ni anehnya tu beda. Faktanya sih dia lagi berjuang ngelawan penyakitnya dia. Ntah bener ntah nggak tapi yang penting si ikram lagi sekarat. Katanya itu rahasianya sama tuhan. Hasil diagnosa dokter dari gejalanya sih ikram menderita *TEEEEEEEEEEETT*. Tapi dokter meyakinkan ikram bahwa itu bukan *TEEEEEEEEEEET* "lo tenang aja deh bro, lo bakalan baek2 aje" (kira2 kek gitulah kta dkternya) kemungkinan besar Cuma migran, namanya severe migran kalo nggak salah. Tapi aneh, tu anak biasa aja, udah tau sakit tapi rokoknya minta ampun deh, nggak berenti sepanjang hari. Mungkin dia frustasi sama hidupnya dia, yang bisa diperkirakan seorang ikram Cuma pasrah kapan dan dimanapun malaikat maut pasti akan menjeput. Minggu ini katanya dia harus konsultasi lagi sama dokter, tapi seorang ikram tetaplah ikram yang aneh. Dia males! Dia nggak mau pusing-pusing . menurutnya, dia udah siap dengan jalan yang diambilnya. Katanya gini kalo nggak salah “aku cepat atau lambat pasti akan mati, dan sebab kematian itu nggak Cuma sakit. Tapi sedekat apapun kematian itu aku ingin tetap hidup didalam hati semua orang”.  Tapi yakin aja, selagi ikram punya impian, dia nggak mungkin mati sebelum impiannya itu terwujud. Dia nggak selemah yang lo kira kawan....,

Rabu, 01 Oktober 2014

Genk Sekolah Super (GSS)

"coba kau lihat bayangan yang ada di dalam cermin itu. persis seperti dirimu. apakah bayangan itu adalah seseorang yang lain dari dirimu yang berada dibalik sana? atau itu adalah ilusi belaka. bukan, dia bukanlah dirimu yang lain, dan bukan pula ilusi dari penglihatanmu. tapi itu benar adalah dirimu. kawan, perhatikan, itu adalah kenyataan yang harus kau terima. tiada yang sempurna, dengan apa yang kau lihat didalam cermin itu maka seperti itulah penampilanmu yang dilihat orang lain diluar sana. pernahkah kau menilai bagaimana penampilan dirimu didalam cermin itu? saya yakin, penilaianmu pasti berbeda dengan orang lain yang menilaimu. bisa saja kau menilai dirimu adalah seseorang yang sempurna. atau bisa saja kau tidak pernah percaya diri untuk mengatakan dirimu sempurna. tapi coba perhatikan sekali lagi, bisakah kau melihat sesuatu yang kau pikirkan didalam cermin itu? bisakah kau melihat sesuatu yang sedang kau rasakan lewat cermin itu? tentu saja tidak kawan. mengapa? cermin itu hanya bisa memperlihatkan penampilan luarmu saja. dan untuk penampilan yang ada didalam dirimu, cukup dirimu saja yang tau dan merasakannya. ada seseorang yang selalu menampilkan sisi terbaiknya saja kepada orang lain. sedangkan sisi yang terburuk yang ada pada dirinya selalu ia sembunyikan. dan suatu ketika baik disengaja atau tidak, sisi terburuk yang ada pada dirinya akan terlihat dengan sendirinya. dan ada pula seseorang yang selalu menampilkan sisi terburuknya kepada setiap orang yang ada disekitarnya. akibatnya, banyak orang yang membenci dan mengecap dirinya adalah sesorang yang jahat. tapi pernahkah kau berpikir tentang mereka? pasti ada alasan mengapa mereka berkelakuan buruk kepada orang-orang yang ada disekitarnya. tetapi pada dasarnya mereka adalh orang-orang yang memiliki hati yang baik, jiwa yang bagus serta tubuh yang kuat dan mental bagaikan tembok baja yang tak bisa rubuh. mereka sangat memahami artinya penderitaan, sedangkan kau hanya menaruh benci kepada mereka. perhatian dan kasih sayang yang sebenarnya mereka inginkan beralih rasa benci yang terus mekar didalam dada mereka. jika saja setiap orang didunia ini bisa saling mengerti dan saling memahami. mungkin dunia akan terlihat menjadi lebih baik. saya, sangat bermimpi untuk membuat semua orang bisa saling mengerti untuk menciptakan kesejahteraan setiap orang. tidak adalagi orang kaya, dan tidak ada lagi orang miskin. tidak ada lagi orang yang menindas dan tertindas. semua sama, semua setara. tapi saya juga tidak tahu bagaimana cara untuk melakukannya. tapi saya terus berusaha dan tidak pernah sekalipun untuk menyerah. belakangan ini, terlalu banyak pelajaran yang saya dapatkan. untuk itu saya berusaha untuk dapat mengerti dan memahami semua murid-murid saya meskipun saya hanya sebatas guru praktek yang sedang menjalani kontrak tugas dalam kurun waktu yang singkat. sejauh ini, saya masih berusaha untuk dapat mengerti mereka. terkadang saya berpikir, kenapa saya harus mengerti dengan mereka sedangkan mereka tidak pernah mengerti saya. tapi itulah kunci untuk menciptakan dimana semua orang dapat saling mengerti. untuk kalian murid2 ku yang luar biasa, suatu saat kalian akan mengerti dengan semua ini. kalian semua, "KITA ADALAH ANGGOTA GENK SEKOLAH SUPER". ingat itu nak :Dg

Jumat, 26 September 2014

you are still the one

Gue nggak tau apa yang sedang diinginkan hati saat ini. Rasanya perih banget. Seperti ada sesuatu yang mengganjal direlung-relung hati gue. Gue risau, gue khawatir dan sangat-sangat khawatir kepada seseorang yang sangat berarti dalam hidup gue. Hingga saat ini, kenangan ketika bersama selalu membayang dalam pikiran gue.
Beberapa waktu yang lalu gue denger kabar dari temen gue, bahwa seseorang itu menderita sakit. Gue kaget, bener-bener kaget dan cemas. Gue berusaha cari kabar tentang keadaan dia, tapi gue bener-bener buta arah. Gue nggak tau mau tanya siapa. Smentara hati gue terus gelisah mikirin dia, mikirin kondisi dia, dan mikirin penyakit apa yang dideritanya. Gue coba bongkar semua didalam rak buku gue untuk mencari no handphonenya yang pernah gue simpen dulu. Tapi no itu udah nggak aktif, percuma. Dan berkali-kali gue coba hubungin tetep aja no itu nggak aktif. Gue semakin gelisah, apa yang harus gue lakuin? Gue nggak tau dimana dia sekarang. Jadi gue harus cari kemana? Gue kehilangan arah untuk dia. Tapi gue, gue nggak mau biarin dia hilang gitu aja dalam hidup gue, gue nggak ingin menyerah, dan gue terus berusaha. Mungkin karena panik gue nggak kepikiran untuk inbox dia lewat FB. Jadi waktu itu gue kebetulan online untuk ngilangin rasa gelisah yang sedang mampir dalam diri gue. Tiba-tiba cewek itu...., wanita yang selalu gue rasain kehadirannya lewat mimpi dan hayal gue, muncul di beranda gue. Walaupun dia nggak lagi online, gue langsung inbox dia. Tapi gue gugup dan bingung mau bilang apa. Dalam pikiran genting gue, yang paling utama adalah kabar dia. Gue Cuma pengen denger kalo dia baik-baik aja. Akhirnya gue enter isi pesan gue buat dia. Waktu itu gue nggak yakin dia bakalan balas pesan gue itu. Ternyata, dia bales inbox gue. Walaupun sekedar senyum doank, perasaan gue langsung lega. Gue yakin dia bisa lewatin semua yang sedang dialaminya. Gue yakin dia bisa sabar dan berusaha untuk sembuh dari penyakitnya. Karena gue udah denger kabar tentang penyakitnya itu, gue langsung pergi ketempat temen abang gue yang seorang dokter. Dia bilang penyakit itu bisa disembuhin. Gue semakin percaya diri dan yakin, dia pasti sembuh dalam waktu yang dekat... ***
Bagi gue, dia adalah kunci dari kebahagian hidup gue. Gue terlalu cinta sama dia sehingga membuat gue relain untuk tidak pernah mengenal cinta setelah hubungan gue berakhir sama dia dulu. Gue Cuma berharap sama dia, sekarang dan sepanjang hidup gue, gue Cuma berdoa dan berusaha untuk dapetin dia. Gue relain semua buat dia. Jika dia butuh salah satu organ dalam tubuh gue, gue bakal kasih sama dia. Pokoknya apa aja yang dia butuhin untuk kesehatan dia bakalan gue kasih buat dia. Bahkan gue rela ngorbanin nyawa gue jika itu diperlukan untuk ngelindungin dia dari segala sesuatu yang nyelakain dia. Gue bener-bener sayang banget sama dia. Hari-hari gue begitu sedih tanpa kehadiran dia, dan itu gue rasain sepanjang 3 tahun terakhir ini. Gue berusaha buat diri gue supaya nggak kebawa sedih kemana-mana sehingga gue cari cara agar gue bisa ketawa dan sejenak lupa sama perasaan gue itu.
Sumpah, perasaan ini, baru kali ini gue alamin rasa cinta yang begitu dalam kepada seorang wamita.
Buat gue hari ini, jika dia ada didepan gue, gue pengen bilang “terima kasih telah mengizinkanku mengenalmu. Dalam hidupku yang tak begitu lama didunia ini aku ingin kesediaan dirimu yang menemaniku. Hingga nanti aku dan dirimu menemukan jalan untuk kita berdua menuju dunia yang kekal, dan selamanya kita akan bersama disana.” ***
Gue...., gue nggak tau lagi harus berbuat apa.
kalo aja ada seseorang yang bisa bantuin gue, gue pengen lo sampein sama dia. Gue khawatir banget sama dia. Dan tolong lo bilangin, bahwa dia berarti banget buat gue.....

Senin, 16 Juni 2014

Dimana Kebahagiaan Itu Berada?




Kenapa dengan hidup saya?
apa sebenarnya yang membuat semua kekacauan dalam hidup saya?
Saya pikir, saya sudah benar-benar menghindar dari masalah yang menjadi beban dalam hidup saya. Tetapi kenapa seakan-akan masalah itu terus saja mengikuti  kemanapun saya melangkah, kemanapun saya berlari, kemanapun saya berpijak tetap masalah tak pernah enyah dari hidup saya.  Semua orang berkata, masalah itu ada karena kita sendiri yang mengundangnya. Tapi kenyataan ini? Benarkah seperti apa yang mereka katakan?
Siapa saja,tolong jelaskan kepada saya apa yang dimaksud dengan kebahagiaan? Saya ingin tahu sudah sejauh manakah kebahagiaan yang saya dapat selama ini. Dan saya juga ingin tahu, seperti apa rasanya bahagia itu. apakah lahir didunia adalaah sebuah kebahagiaan? Apakah bernafas menghirup udara didunia ini juga merupakan kebahagiaan? Apakah kebebasan memilih jalan hidup juga kebahagiaan? Apakah hidup dalam keluarga yang utuh adalah kebahagiaan? apakah hidup dalam keluarga yang pecah adalah kebahagiaan?  apakah hidup dalam keluarga yang kaya raya juga kebahagiaan? ataukah hidup dalam kemiskinan juga kebahagiaan? mungkinkah anugerah hidup dengan fisik sempurna adalah kebahagiaan? apakah memiliki fisik yang jelek adalah kebahagiaan? apakah memiliki kulit hitam legam adalah suatu kebahagiaan yang patut dibanggakan? Apakah dengan memiliki banyak teman adalah sebuah kebahagiaan? dan yang paling ingin saya mengerti, “apakah hidup dirumah orang, dengan fasilitas yang cukup memadai, biaya pendidikan, dan kamar yang tak begitu luas  kemudian membayarnya dengan usaha kerja keras, menguras tenaga, menjatuhkan  mental, makan hati, melukai perasaan, direndahkan, dihina secara tak langsung, serta di budakkan dalam kurun waktu yang lumayan lama adalah kebahagiaan?”
Sedikitpun saya tak mau menampakkan raut wajah yang pilu. Tak pernah terpikir oleh saya untuk bersedih dihadapan bayangan dalam  cermin yang senantiasa menertawakan kenyataan hidup saya. Menghibur diri, menabur senyum, mencari kebahagian bersama teman dan sahabat, hanya itu yang dapat saya lakukan. Meskipun pernah sesekali perasaan itu tak terkendali lagi sehingga teman dan sahabat menjadi korban pelampiasan emosi saya, tetapi saya masih bersyukur mereka mengerti dengan keadaan saya. Mereka bisa menerima dan merangkul saya kembali. Tapi saat ini, saya bukan butuh pelukan dan belas kasih dari semua orang, melainkan suport yang bisa membuat saya bangkit dari keterpurukan ini. Saya hanya butuh kata-kata penyemangat dalam hidup saya. Karena saya benar-benar tersiksa, ini sangat sangat menyakitkan. Sulit sekali menyesuaikan keadaan ketika kita menangis dalam senyum, dalam tawa serta dalam keceriaan. Saya baru menyadari, ternyata tertawa jauh lebih menyedihkan dan menyakitkan dibandingkan dengan menangis. Tapi saya tidak ingin menangisi atas apa yang selama ini menimpa saya, karena air mata ini saya anggap sangat mahal harganya. Saya bukan seseorang  yang cengeng, hanya saja saya seorang pecundang yang mudah mengeluh.

Wahai Dzat yang memberi kebahagiaan..
Pemilik dan penjaga jiwa-jiwa suci
Yang maha tahu apa yang ada dan tiada
Betapa hambamu ini buta
Tak melihat dengan kedua mata
Apa yang ada dilangit dan dibumi

Sungguh…
Tak ada suatu alasan bagi hambamu yang hina ini
Untuk mengkufuri segala nikmatMu
Atas semua yang bercahaya dikegelapan malam
Atas kelembutan awan-awan yang berjalan
Serta Kehangatan mentari yang bersinar
Semua adalah keindahan yang tiada tara atas apa yang kami panjatkan

Wahai Dzat pemiliki nur Muhammad
Pemilik dan penjaga  jiwa-jiwa suci
Pemilik cahaya para malaikat
Pemilik atas apa yang ada dilangit dan bumi
Pemilik raga hambamu yang kecil ini
Pemilik nyawa hambamu yang berdosa ini

Apa kah hidup ini?
Seperti apakah jalan hidup ini?
Penuh liku
Apakah ini sebuah labirin?
Bagaimana hamba melewati ini?
 Seperti apa akhir dari semua ini?
Semua terbalik…
Semua berputar…
Berlawanan dari apa yang hamba bayangkan
Bertolak belakang dengan apa yang hamba angankan

Sungguh…
Betapa indahnya kehidupan burung itu
Terbang kian kesana kemari
Menerawang dari atas
Menemukan jalan yang di idamkan
Labirin telah berujung
Hamba masih dilema
Memilih mana yang benar mana yang salah
Ditengah persimpangan
Bertaruh nyawa…

By: Fahrizul Ikram

Jumat, 13 Juni 2014

Aku Tersesat Dalam Kehidupan


Jemari ini kembali menari diatas papan tombol yang berdebu. Desah nafas yang beriringan dengan alunan instrumen musik "Despair" membawa saya kedalam suasana sepi dan menyedihkan. Tak tau lagi kemana mata ini akan memandang masa depan, jika disekeliling ini hanya kenyataan yang menyengsarakan. Ilusi dalam mimpi terus berjalan, mencoba membawa saya kealam yang tenteram, damai dan nyaman. ilusi itu terus saja membawa saya untuk berangan-angan, terbalut dalam kebahagiaan semu. Tak ada yang tau, betapa resahnya hati ini menunggu sesuatu yang mustahil. "Kebebasan"! ya, itulah yang saya cari selama ini. sementara kesempurnaan itu tak kunjung datang, berbagai masalah dan ancaman selalu membayangi kemanapun saya berdiri.
Mengapa saya selalu mengeluh dengan hidup yang saya jalani? Apakah saya secemen itu?
Terserahlah, apapun itu, hinaan, cacian, ejekan, serta pandangan negatif dari setiap orang yang menilai akan saya terima. Saya tidak pernah marah dengan semua perkataan yang mencoba menjatuhkan saya, baik itu cacian serta direndahkan, dan atau sebagainya. Karena saya menyadari segala kekurangan dalam diri saya. Meskipun dianggap sebagai sampah yang tak berguna sekalipun saya tetap menghargai pujian yang menyedihkan itu.  

"Aku tidak suka dengan orang yang membohongi dirinya sendiri ditengah turunnya salju"

ya, saya juga sangat membenci orang seperti ini. Tetapi betapa munafiknya saya setelah menyadari selama ini saya terus berada dalam kebahagiaan palsu. Menangis didalam keceriaan senda gurau. Menutupi segala kepedihan abadi yang tak pernah terobati. Bukan tertutup, tapi justru saya tak malu untuk bercerita. Bukan mengharap belas kasih orang yang mendengarkan, dan tak pernah juga saya berharap sesuatu yang lebih dari mereka selain kata-kata yang bisa membuat saya bangkit. Mungkin dilain sisi saya merasa tidak ada  seorangpun yang bisa mengerti dengan penderitaan yang saya jalani, tapi ada sebuah sisi yang membuat saya berpikir positif kepada orang-orang di sekeliling saya yang telah mencoba memberikan apa yang saya butuhkan. Semangat dan dorongan selalu saya hargai meskipun jika tidak bisa diterima dengan akal sehat sekalipun.

hidup susah selamanyapun akan susah, tiada tempat, dan waktu selain kesengsaraan dan kepedihan melawan penderitaan.
Malam ini, semua mimpi dan angan-angan terbang bersama angin. Itu artinya, saya yakin dengan pilihan yang saya ambil. Hidup saya hanya untuk bermimpi.
dan untuk meraih mimpi itu, pendidikan yang sedang berjalan ini pasti akan berhenti. Ya... jika sudah tiba saatnya saya akan melambaikan tangan kepada anda-anda semua yang berbahagia mengenakan Toga kebanggaannya. Dan saat itu, saya berharap bisa menyaksikan diri saya sendiri untuk dapat tersenyum bersama mereka..

Jumat, 06 Juni 2014

Dreams or Despair

Entah kenapa, apa yang membuat saya terdorong untuk menuliskan keluh kesah saya disini? saya hanya merasa setiap kali saya menulis, sesuatu yang hebat terasa dalam diri saya. Seolah-olah rasa kesepian saya terobati. Dimana saya di dunia nyata tidak mendapatkan seseorangpun yang benar-benar dapat mengerti saya, tapi disini saya merasakan ada yang mengerti dengan apa yang saya rasakan, ada yang mengerti dengan perasaan saya, seolah-olah ia paham dengan apa yang sedang asaya alami. Iya, mengapa itu bisa terjadi? Karena dunia maya ini saya anggap sebagai cerminan hidup saya. Dunia maya saya anggap sebagai sahabat sejati saya yang siap mendengarkan semua, dan segala sesuatu yang menyangkut dengan saya, baik itu perasaan dan atau sebagainya.  Saya merasa telah gagal menjalani hidup ini, dan mungkin dalam waktu dekat pikiran yang buruk akan selalu membayangi saya. dan saya terlalu takut jika hal itu terjadi kepada saya. Saya terlalu cepat bertindak, dan hal terbodoh mengakhiri hidup dengan cara yang konyol sangat sulit saya hindari. Saya merasa takut dengan masa depan saya, saya sangat takut jika mengetahui dan mengakui bayangan masa depan saya itu nanti. Tetapi, saya sadar betul! dengan apa yang saya hadapi dan segala sesuatu yang telah saya alami mungkin sudah jelas tergambar jadi apa saya kelak. Saya berusaha menghibur diri, menghindari dari semua yang membuat saya merasa bersedih. Tapi apalah yang bisa saya lakukan, selain tertawa bersama sahabat dan teman disekeliling saya, padahal hati dan persaan saya merasa tersayat didalam sana. Saya terus menahan sesak didada, mencari sesuatu yang bisa dijadikan sebagai penenang, meredamkan rasa gelisah yang terus membayangi diri saya. Dulu saya penjarakan perasaan saya, mencari suasan sepi sebagai tempat berdiam diri. Tapi apa yang saya dapat? selain rasa sakit itu terus menggerogoti hidup saya. Mungkin banyak orang-orang diluar sana mengalami penderitaan seperti saya, tapi apakah kita bisa saling mengerti satu sama lain? saya melihat mereka menjadi liar. apa yang menyebabkannya? karena mereka merasa tak ada yang peduli dengan hidupnya, tak ada yang menerima keberadaannya, tak ada yang bisa mengerti dan memahami dirinya. sehinggga ia terus melakukan perbuatan yang menurutnya bisa  membuatnya senang dan bahagia sebagai obat penawar kesepiannya. Saya benar-benar dapat merasakan penderitaan orang lain, karena pernyataan itu benar. Hanya orang yang pernah mederita yang dapat mengerti  dan memahami artinya penderitaan. Cinta yang selama ini diasumsikan sebagai sesuatu yang sempurna, serta keindahan yang tiada tara, dalam artian saya cinta hanya bualan belaka. Bagi saya, cinta melahirkan benci. Saya cinta ibu dan ayah saya, tapi justru karena demi melindungi orang-orang yang saya cintai itu saya malah jatuh dalam perasaan benci yang luar biasa terhadap paman saya yang selama ini mencoba mengusik keharmonisan keluarga saya.
Hati saya bertanya, "kenapa? kenapa kalian memandangiku seperti itu?". dari kecil saya merasa orang-orang telah mengucilkan saya, menjauhi saya, mempermainkan saya, meperolok-olok saya, menghina saya, merendahkan saya, meremehkan saya, dan tidak sedikit teman ataupun yang sudah saya anggap sebagai sahabatpun bisa mengacuhkan sapaan saya. Entah apa yang ada dalam diri saya, saya mengerti dengan semua sikap saya yang kasar, sok akrab, dan keisengan yang sering kali saya lakukan kepada orang-orang disekeliling saya mungkin itu adalah efek dari kerasnya hidup yang saya jalani. Perbuatan-perbuatan saya rasa membuat saya sedikit lupa dengan apa yang terjadi pada diri saya. 
Saya rindu dengan impian-impian saya, mimpi-mimpi saya, dan sebagainya. Saya ingat, dikala kecil saya terbiasa dengan angan-angan, berlari kehalaman rumah kemudian berbaring diatas rumput hijau menghadap kelangit. saya cermati awan-awan yang berjalan, burung-burung yang bebas, dan pasangan capung-capung yang beterbangan diatas saya. Saya memimpikan ingin merasakan hidup yang teman saya alami. teman saya ini adalah seorang anak yang beruntung dengan dilahirkan oleh kedua orang tua yang berlimpah hartanya. apa saja yang ia mau, dia tinggal meminta maka terkabullah permintaannya itu. sesekali saya tersenyum, menikmati indahnya kebahagian saya dalam hayalan itu. Sampai saya tak sadar bahwa hari sudah gelap, jika saja suara azan tak berkumandang mungkin saja saya akan betah berlama-lama berada dalam angan-angan dan hayalan itu.
bagi saya, mungkin tak ada yang lebih indah selain angan-angan belaka!!
Cukup untuk hari ini, saya tidak tau ingin mencurahkan isi hati saya kepada siapa. Saya berusaha menceritakan kepada teman, tapi saya lihat mereka merasa terbebani dengan masalah saya. Saya kembali berusaha tertawa, sementara hati semakin tersayat didalam sana. Pikiran bodoh sering melintas, dengan segala ancaman-ancamannya yang membuat saya semakin takut dengan masa depan saya.
saya hanya berharap, mimpi ini akan tetap ada dan abadi untuk selamanya. Walaupun kenyataan mengatakan saya lebih dari seorang pemimpi, "" matipun akan kuraih mimpi itu!!!"

Senin, 26 Mei 2014

Sepenggal Cerita Digunung Sibayak (2094mdpl)


Gunung sibayak merupakan gunung yang memiliki eksotis keindahan tersendiri. Dibandingkan dengan beberapa gunung di sekitarnya, gunung yang memiliki ketinggian 2094 mdpl ini adalah gunung yang memiliki pesona alam yang luar biasa dimata pendaki. Seperti halnya saya, ketika berada digunung ini merasa terkagum-kagum dengan keindahan alamnya. Berikut akan saya ceritakan beberapa hal yang menyangkut gunung sibayak serta pengalaman saya ketika menaklukkan puncaknya.
Gunung Sibayak  terletak didataran tinggi Karo dengan ketinggian 2.094 m dari permukaan laut. Kedaan  puncak gunung ini sudah porak poranda karena letusan di masa lalu. Faktor kondensasi di gunung ini sangat tinggi yang menyebabkan seringnya terlihat kabut yang bergerombol didaerah puncak dan merupakan gunung api yang masih aktif, dan mempunyai kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tampak tidak terlalu berbahaya asalkan jangan terlalu dekat ,Gumpalan asapnya  berasal dari panas bumi dan berguna sebagai sumber energi listrik. Di Kabupaten Karo telah terdapat sebuah kawasan pembangkit tenaga uap di dekat Gunung  Sibayak.

Dari yang saya lihat, terlihat jelas kondisi  kawahnya yang agak landai (terlihat dari belakang kawasan pembangkit tenaga  uap), yang kelihatannya seperti  membelah  gunung. Sekitar pukul 15:00 WIB, kabut mulai kelihatan di sekitar puncak gunung  hingga ke bagian bawahnya, dan tidak lama kemudian, kabut mulai menyebar hingga  ke Desa Semangat Gunung. Perlu juga untuk kita ketahui bersama Gunung Sibayak biasa dikenal  dengan sebutan “Gunung Raja”. Sibayak berarti raja dalam bahasa  Batak Karo.
Meski mendaki gunung sibayak adalah pendakian pertama bagi saya, tetapi saya dapat mengatakan bahwa gunung sibayak tergolong mudah untuk dicapai puncaknya. Meskipun ini pengalaman pertama saya mendaki gunung, tetapi saya banyak tahu tentang gunung. Sejak umur 10 tahun saya memang sudah jatuh cinta sama gunung, hutan dsb. Oleh sebab itu, banyak jalur-jalur yang saya ketahui dari beberapa gunung populer dikalangan pendaki yang ada di Indonesia.
Pada minggu lalu saya melakukan pendakian kegunung sibayak bersama-sama Mapala STAIN ZAWIYAH COT KALA LANGSA lewat acara “Travelling and Fun Hiking 2014”. Saya mengira pada waktu itu pendakian dilakukan melalui jalur lau sidebuk-debuk yang berada di desa semangat gunung. Yang menurut sepengetahuan saya treknya tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah dan sangat cocok untuk pemula seperti saya. Tetapi dugaan saya salah, yang pada akhirnya pedakian dilakukan melalui jalur desa Jaran guda, yang jalurnya jauh lebih mudah dilalui. Dari pos pendakian saya melewati jalan beraspal yang terus menanjak hingga sampai ke tempat biasanya pendaki mendirikan tenda atau biasa disebut batuan kapur. Dari sini trek pendakian berubah yang tadinya aspal kini menjadi susunan tangga-tangga yang sengaja dibuat untuk memudahkan pendakian sampai kepuncak.
Pos pendakian sibayak

Pos pendakian sibayak dari jalur ini terletak didesa Jaran guda. Dari sini saya dan anggota rombongan mulai melangkah melalui jalan yang sudah beraspal. Sebelumnya kami ditawarkan tumpangan angkutan umum yang biasa membawa pendaki, namun hanya sampai setengah perjalanannya saja, dengan tarif Rp8000/orang. Tetapi bagi kami, berjalan sambil menikmati pemandangan hutan sibayak yang masih alami jauh lebih asik ketimbang duduk didalam angkot.
Setelah usai berdoa, seluruh rombongan bergerak berjalan menyusuri jalan yang menanjak. Sekitar 100 m berjalan rombongan mulai terpisah, sebagian didepan dan sebagian dibelakang. Sedangkan saya bersama dua orang teman saya berada ditengah. Keadaan fisik saya waktu itu masih lebih dari normal, rasa lelah belum terasa ditubuh saya. Tetapi salah seorang teman saya sudah kelihatan sempoyongan. Ransel yang dibawanya sudah ditipkan pada teman yang berada didepan tetapi tetap saja dia kelihatan tidak memiliki tenaga yang cukup lagi untuk menyusul mereka yang berada didepan. Akhirnya kami putuskan untuk berhenti dan beristirahat sebentar sambil menunggu rombongan yang berada di belakang.
Sampai sepuluh menit kami menunggu, mereka tidak kunjung terlihat. Kemudian saya memberikan saran agar melanjutkan perjalanan, karena jika tetap menunggu takutnya mereka yang dibelakang akan mendahului sehingga besar kemungkinan kami berada di paling belakang. Mengingat kondisi fisik teman yang lemah pasti didepan kami akan berhenti dan beristirahat lagi. Ternyata benar dugaan saya. Tepat diatas tanjakan kami beristirahat, beberapa orang dari rombongan dibelakang menyusul kami dan mendahului kami. “bang, dibelakang masih ada orang lagi?”tanya saya kepada salah seorang dari mereka. “Ada, tunggu aja bentar lagi juga nyusul”jawabnya sambil berjalan mendahului kami. Saya mulai panik, sempat saja rombongan yang paling belakang ini mendahului kami, pasti kami akan ketinggalan menyusul semua rombongan, lebih lagi hari yang mulai gelap dan ditambah lagi cuaca yang mendung seperti akan turun hujan. Jika hujan saya tidak tahu mau kemana sebab tidak ada tempat teduhan kecuali dibawah pohon-pohon hutan yang besar. Dan sudah pasti semua yang ada didalam keril akan basah pikir saya. Akhirnya saya mendesak agar segera melanjutkan perjalanan. Dan tak lama kami berjalan sudah terlihat beberapa orang yang didepan tadi sedang duduk istirahat bersama-sama disebuah gubuk yang mungkin adalah sebuah posko kedua.
Kedua teman saya itu langsung ikut bergabung bersama mereka, lain halnya dengan saya,  saya memilih untuk melanjutkan sendirian dan menyusul teman-teman yang sudah didepan. Hujan mulai turun, rasa khawatir basah sudah tak menjadi beban pikiran, tetapi rasa takut yang mulai menghantui saya. Sesekali saya menoleh kebelakang untuk memastikan ada orang dibelakang saya, tetapi tiada seorangpun yang menyusul saya, kemudian saya mempercepat langkah kaki saya untuk menyusul mereka yang sudah didepan. Sampai disebuah persimpangan saya kebingungan, yang satu menanjak kebawah dan satu lagi menanjak keatas, dengan penuh keyakinan saya memilih kearah kanan dan menaiki tanjakan yang tidak begitu tinggi. Hujan terus membasahi tubuh saya, satu orangpun belum saya temukan didepan. Saya kebingungan lagi, apakah terus berjalan menyusul orang depan atau berhenti menunggu yang dibelakang ditengah hujan yang tiada henti.
Terlintas dikepala saya tentang tekad seorang pendaki, dan semangat muncak seorang pendaki, “masa gunung sibayak aja gue takut sih?’pikir saya dalam hati. Tanpa banyak pertimbangan saya melanjutkan langkah kaki saya yang terus menanjak dengan jarak yang begitu jauh. Dan saya lihat diatas sudah ada 4 orang anggota rombongan saya yang sedang duduk diatas sebuah batu. Saya percepat langkah saya dan bergabung bersama mereka. Tak begitu jauh setelah berjalan bersama serta mengobrol diperjalanan, mulai terlihat tenda-tenda para pendaki yang juga sedang muncak. Saya berpikir  “akhirnya sampai juga di batuan kapur”. Disinilah kami mendirikan tenda ditengah hujan yang diselimuti kabut gunung sibayak.

Pengalaman Mistik gunung Sibayak
Pengalaman ini sama sekali belum saya ceritakan kepada siapapun. Padahal saya ingin sekali menceritakan kepada teman dan kerabat saya. Tapi saya tidak yakin mereka percaya dengan apa yang telah saya alami. Lagi pula, jika saya ceritakan kepada teman-teman dicamp waktu itu, takutnya mereka jadi parno.
Ketika itu, sebagian rombongan bekerja mendirikan tenda, sebagian ada yang mengamankan ransel, keril serta perlengkapan lainnya dari hujan. Dan sebagian lagi duduk beristirahat sambil berteduh dibawah tenda plastik. Sedangkan saya berinisiatif untuk mencari ranting kayu untuk api unggun. Senja mulai terlihat, hujan tak kunjung reda. Saya masuk kedalam hutan yang tak begitu jauh dari tempat mendirikan tenda. Waktu itu saya tidak sendiri, saya ditemani si krebo. Karena asiknya saya mencari ranting-ranting yang basah itu saya tidak sadar bahwa sikrebo meninggalkan saya. Awalnya saya santai, dan sempat berpikir sikrebo akan kembali melangsir ranting yang sudah saya kumpulkan. Tiba-tiba terdengar suara ranting pohon yang di patahkan. “kritik.. kritik”kira-kira sperti itu bunyinya. Saya menoleh kebelakang berpikir bahwa itu krebo. Saya terkejut,setelah menoleh ternyata tidak ada seseorangpun dibelakang saya. Saya mulai gugup, tangan saya yang sedang menarik pohon jalar yang seperti tali itu mulai gemetaran. Saya percepat gerakan saya dan menarik ranting itu sekuat-kuatnya. Betapa terkejutnya saya melihat sesosok bayangan hitam tersepit diatas cabang pohon dimana ranting jalar itu melilit. Saya terjatuh kebelakang dan melepaskan ranting itu. Kemudian saya berlari dan mengambil sebagian ranting yang saya kumpulkan tadi dan kembali ketempat mendirikan tenda. Entah apa wujud dari sosok itu saya tidak tahu, yang pasti saya jelas betul melihatnya tersepit diatas cabang pohon itu. Sampai ditenda saya duduk termenung, dan menganalisa kejadian yang baru saja saya alami. “biasalah, namanya juga gunung, sudah menjadi tempatnya”pikir saya. Setelah semua tenda berdiri, kejadian itu langsung saya lupakan. Sungguh pengalaman yang luar biasa kawan.
Malam Pertama Diatas Gunung

Bukan malam pertama ala pengantin, tetapi ini merupakan pengalaman pertama saya tidur dan bermalam digunung. Selesai isya, sebagian rombongan berada didalam tenda sambil menunggu makan malam disiapkan. Sedangkan saya dan rombongan lainnya bermanjakan diri dengan kehangatan api unggun di gubuknya tulang. Tulang adalah seorang pedagang yang membuat gubuk di tempat ngecamp. Baru kali ini saya tau bahwa diatas gunung ternyata uang masih bisa digunakan. Beberapa saat saya berdiam diri, tiba-tiba salah satu teman dari rombongan saya mengalami kedinginan hebat. Langsung saja kami memberikan bantuan dan menghangatkan tubuhnya, dengan api unggun dan selimut tentunya. Memang malam itu begitu dingin, saya sempat menggigil sebentar.
Setelah makan malam bersama, saya langsung beranjak menuju tenda dan mengambil tempat untuk meluruskan tubuh yang penat dan bersembunyi dibalik sarung yang saya kenakan dari hawa dingin. Namun kaki saya masih terasa dingin, makulum saja saya tidak memakai kaos kaki. Jika sarung saya turunkan kekaki maka tubuh bagian atas akan merasa kedinginan. Begitu sebaliknya hingga saya serba salah untuk melakukan apapun. Karena merasa kesal, saya melilitkan sarung itu pada kaki saya dan menyimpulkan ujungnya hingga mirip seperti kaki pocong. Akhirnya saya bisa tidur dengan cara yang agak memaksa.
Pukul 01:30 wib saya terbangun, hawa dingin semakin menusuk. Dan saya mulai menggigil waktu. Tubuh saya menggigil hebat. Saya putuskan untuk bangun, tetapi hanya saya sendiri yang terbangun. Iri sekali rasanya melihat teman-teman yang lain tidur dengan nyenyak dalam kondisi seperti ini. Saya merasa bimbang untuk membangunkan mereka, tetapi saya juga enggan untuk beranjak tempat saya tidur. Dalam suasana malam, saya berdiam diri dan berusaha untuk tidur kembali. Tubuh masih menggigil, dan semakin menjadi sekali dinginnya. Terlintas dikepala saya, “jika berada digunung jangan sampek terserang hipotermia. Jika tubuh sudah kedinginan dan kehilangan suhu, maka kematian segera menanti”. Saya panik, dan segera bangun dari tempat saya berbaring. Saya cari senter dan pergi keluar tenda. Luar biasa, diluar terasa dingin sekali. Tangan saya tak berhenti gemetar hingga cahaya senter tidak beraturan. Jari sudah terasa kaku, sulit untuk digerakkan. Tiba-tiba salah seorang teman saya juga ikut bangun karena mendengar gerakan saya diluar. Seperti yang saya lihat, dia juga kedinginan seperti saya. Kami pun mencoba untuk menghidupkan api dengan ranting basah seadanya, tetapi hasilnya gagal. Tak jauh dari tenda kami ada pendaki lain yang sedang membakar api unggun, akhirnya kami pergi kesana dan bergabung bersama mereka. Disinilah saya merasakan betapa indahnya berbagi kehangatan. Kami disambut dengan baik teman. Kami tidak saling mengenal, tetapi terasa lebih dekat dari sahabat. Sebentar saja kami sudah saling tertawa bersama. Secangkir kopi langsung disuguhkan kepada kami. Hingga rasa dingin dari tubuh saya mulai lenyap. Sunggu indah, baru kali ini saya merasakan kebersamaan, berbagi rasa, suka, cita, dan tawa, satu untuk semua, semua untuk satu.
Menuju Puncak
Sekitar pukul 04:00, kami mulai bersiap menuju puncak. Terlihat kabut yang begitu tebal. Dingin kembali menusuk. Jarak pandang hanya beberapa meter saja. Saya begitu semangat waktu itu.
Trek menuju puncak tidak begitu sulit, sudah tersusun tangga sampai keatas. Sedangakan disebelah kiri terdapat jurang yang lumayan dalam. Dan banyak sekali ditemukan pohon pandan hutan disepanjang trek ini. Setelah melewati batas vegetasi, mulai tercium aroma belerang yang menyengat. Gemuruh aktivitas gas belerang yang berada dikawah terdengar seperti suara pesawat  yang melintas diatas kepala. Diantara bebatuan, saya berjalan menyusuri jalan setapak hingga saya dpat melihat puncak sudah didepan mata. Saya tersenyum bahagia, dan mempercepat langkah saya menuju keatas. Luar biasa indahnya, meskipun ditutup kabut tidak mengurangi keindahan puncak gunung sibayak. Sayang sekali saya belum dapat kesempatan menyaksikan sunrise waktu itu dikarenakan kabut yang tebal menutupi. Yang terlihat hanyalah jurang yang tak terlihat dasarnya. Dan saya baru tahu, ternyata dipuncak jauh lebih dingin ketimbang ditempat kami ngecamp samalam. Ditambah lagi angin yang begitu kencang terasa dingin menusuk sampai ketulang. Saya menggigil lagi teman.

Tiba-tiba beberapa orang anggota rombongan mulai bergerak menuju puncak tertinggi atau yang biasa disebut ‘Pilar’sibayak. Sebenarnya saya sempat was-was, apa saya bisa kesana dengan kondisi seperti ini? Melihat treknya sangat ekstrim jalan setapak diantara jurang yang dalam. “kalo belum sampek pilar bararti gue belum sukses mendaki sibayak”pikir saya. Tanpa pikir panjang saya ikut mereka menaiki tebing yang licin. Ketika saya berpegang pada sebuah batu dan bersandar diatasnya, sekeliling yang saya lihat adalah jurang. Takut sekali rasanya, ditambah lagi kondisi saya yang tetap menggigil. Yang saya pikirkan hanyalah keluarga, sahabat dan teman-teman saya. “gue pasti bisa, sedikit lagi, dan gue nggak bakal mati disini. Gue harus bisa tinggalin jejak kaki gue dipuncak ini.”pikir saya. Akhirnya, luar biasa puncak sibayak 2094 mdpl, saya berdiri diatasnya, dekat dengan langit, diatas awan…

Disini saya dapat mengambil pelajaran, sungguh betapa indahnya ciptaan Allah….
“Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

mungkin untuk saat ini, cukup sekian yang dapat saya ceritakan, mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan…..