Daftar Blog Saya

Senin, 26 Mei 2014

Sepenggal Cerita Digunung Sibayak (2094mdpl)


Gunung sibayak merupakan gunung yang memiliki eksotis keindahan tersendiri. Dibandingkan dengan beberapa gunung di sekitarnya, gunung yang memiliki ketinggian 2094 mdpl ini adalah gunung yang memiliki pesona alam yang luar biasa dimata pendaki. Seperti halnya saya, ketika berada digunung ini merasa terkagum-kagum dengan keindahan alamnya. Berikut akan saya ceritakan beberapa hal yang menyangkut gunung sibayak serta pengalaman saya ketika menaklukkan puncaknya.
Gunung Sibayak  terletak didataran tinggi Karo dengan ketinggian 2.094 m dari permukaan laut. Kedaan  puncak gunung ini sudah porak poranda karena letusan di masa lalu. Faktor kondensasi di gunung ini sangat tinggi yang menyebabkan seringnya terlihat kabut yang bergerombol didaerah puncak dan merupakan gunung api yang masih aktif, dan mempunyai kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tampak tidak terlalu berbahaya asalkan jangan terlalu dekat ,Gumpalan asapnya  berasal dari panas bumi dan berguna sebagai sumber energi listrik. Di Kabupaten Karo telah terdapat sebuah kawasan pembangkit tenaga uap di dekat Gunung  Sibayak.

Dari yang saya lihat, terlihat jelas kondisi  kawahnya yang agak landai (terlihat dari belakang kawasan pembangkit tenaga  uap), yang kelihatannya seperti  membelah  gunung. Sekitar pukul 15:00 WIB, kabut mulai kelihatan di sekitar puncak gunung  hingga ke bagian bawahnya, dan tidak lama kemudian, kabut mulai menyebar hingga  ke Desa Semangat Gunung. Perlu juga untuk kita ketahui bersama Gunung Sibayak biasa dikenal  dengan sebutan “Gunung Raja”. Sibayak berarti raja dalam bahasa  Batak Karo.
Meski mendaki gunung sibayak adalah pendakian pertama bagi saya, tetapi saya dapat mengatakan bahwa gunung sibayak tergolong mudah untuk dicapai puncaknya. Meskipun ini pengalaman pertama saya mendaki gunung, tetapi saya banyak tahu tentang gunung. Sejak umur 10 tahun saya memang sudah jatuh cinta sama gunung, hutan dsb. Oleh sebab itu, banyak jalur-jalur yang saya ketahui dari beberapa gunung populer dikalangan pendaki yang ada di Indonesia.
Pada minggu lalu saya melakukan pendakian kegunung sibayak bersama-sama Mapala STAIN ZAWIYAH COT KALA LANGSA lewat acara “Travelling and Fun Hiking 2014”. Saya mengira pada waktu itu pendakian dilakukan melalui jalur lau sidebuk-debuk yang berada di desa semangat gunung. Yang menurut sepengetahuan saya treknya tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah dan sangat cocok untuk pemula seperti saya. Tetapi dugaan saya salah, yang pada akhirnya pedakian dilakukan melalui jalur desa Jaran guda, yang jalurnya jauh lebih mudah dilalui. Dari pos pendakian saya melewati jalan beraspal yang terus menanjak hingga sampai ke tempat biasanya pendaki mendirikan tenda atau biasa disebut batuan kapur. Dari sini trek pendakian berubah yang tadinya aspal kini menjadi susunan tangga-tangga yang sengaja dibuat untuk memudahkan pendakian sampai kepuncak.
Pos pendakian sibayak

Pos pendakian sibayak dari jalur ini terletak didesa Jaran guda. Dari sini saya dan anggota rombongan mulai melangkah melalui jalan yang sudah beraspal. Sebelumnya kami ditawarkan tumpangan angkutan umum yang biasa membawa pendaki, namun hanya sampai setengah perjalanannya saja, dengan tarif Rp8000/orang. Tetapi bagi kami, berjalan sambil menikmati pemandangan hutan sibayak yang masih alami jauh lebih asik ketimbang duduk didalam angkot.
Setelah usai berdoa, seluruh rombongan bergerak berjalan menyusuri jalan yang menanjak. Sekitar 100 m berjalan rombongan mulai terpisah, sebagian didepan dan sebagian dibelakang. Sedangkan saya bersama dua orang teman saya berada ditengah. Keadaan fisik saya waktu itu masih lebih dari normal, rasa lelah belum terasa ditubuh saya. Tetapi salah seorang teman saya sudah kelihatan sempoyongan. Ransel yang dibawanya sudah ditipkan pada teman yang berada didepan tetapi tetap saja dia kelihatan tidak memiliki tenaga yang cukup lagi untuk menyusul mereka yang berada didepan. Akhirnya kami putuskan untuk berhenti dan beristirahat sebentar sambil menunggu rombongan yang berada di belakang.
Sampai sepuluh menit kami menunggu, mereka tidak kunjung terlihat. Kemudian saya memberikan saran agar melanjutkan perjalanan, karena jika tetap menunggu takutnya mereka yang dibelakang akan mendahului sehingga besar kemungkinan kami berada di paling belakang. Mengingat kondisi fisik teman yang lemah pasti didepan kami akan berhenti dan beristirahat lagi. Ternyata benar dugaan saya. Tepat diatas tanjakan kami beristirahat, beberapa orang dari rombongan dibelakang menyusul kami dan mendahului kami. “bang, dibelakang masih ada orang lagi?”tanya saya kepada salah seorang dari mereka. “Ada, tunggu aja bentar lagi juga nyusul”jawabnya sambil berjalan mendahului kami. Saya mulai panik, sempat saja rombongan yang paling belakang ini mendahului kami, pasti kami akan ketinggalan menyusul semua rombongan, lebih lagi hari yang mulai gelap dan ditambah lagi cuaca yang mendung seperti akan turun hujan. Jika hujan saya tidak tahu mau kemana sebab tidak ada tempat teduhan kecuali dibawah pohon-pohon hutan yang besar. Dan sudah pasti semua yang ada didalam keril akan basah pikir saya. Akhirnya saya mendesak agar segera melanjutkan perjalanan. Dan tak lama kami berjalan sudah terlihat beberapa orang yang didepan tadi sedang duduk istirahat bersama-sama disebuah gubuk yang mungkin adalah sebuah posko kedua.
Kedua teman saya itu langsung ikut bergabung bersama mereka, lain halnya dengan saya,  saya memilih untuk melanjutkan sendirian dan menyusul teman-teman yang sudah didepan. Hujan mulai turun, rasa khawatir basah sudah tak menjadi beban pikiran, tetapi rasa takut yang mulai menghantui saya. Sesekali saya menoleh kebelakang untuk memastikan ada orang dibelakang saya, tetapi tiada seorangpun yang menyusul saya, kemudian saya mempercepat langkah kaki saya untuk menyusul mereka yang sudah didepan. Sampai disebuah persimpangan saya kebingungan, yang satu menanjak kebawah dan satu lagi menanjak keatas, dengan penuh keyakinan saya memilih kearah kanan dan menaiki tanjakan yang tidak begitu tinggi. Hujan terus membasahi tubuh saya, satu orangpun belum saya temukan didepan. Saya kebingungan lagi, apakah terus berjalan menyusul orang depan atau berhenti menunggu yang dibelakang ditengah hujan yang tiada henti.
Terlintas dikepala saya tentang tekad seorang pendaki, dan semangat muncak seorang pendaki, “masa gunung sibayak aja gue takut sih?’pikir saya dalam hati. Tanpa banyak pertimbangan saya melanjutkan langkah kaki saya yang terus menanjak dengan jarak yang begitu jauh. Dan saya lihat diatas sudah ada 4 orang anggota rombongan saya yang sedang duduk diatas sebuah batu. Saya percepat langkah saya dan bergabung bersama mereka. Tak begitu jauh setelah berjalan bersama serta mengobrol diperjalanan, mulai terlihat tenda-tenda para pendaki yang juga sedang muncak. Saya berpikir  “akhirnya sampai juga di batuan kapur”. Disinilah kami mendirikan tenda ditengah hujan yang diselimuti kabut gunung sibayak.

Pengalaman Mistik gunung Sibayak
Pengalaman ini sama sekali belum saya ceritakan kepada siapapun. Padahal saya ingin sekali menceritakan kepada teman dan kerabat saya. Tapi saya tidak yakin mereka percaya dengan apa yang telah saya alami. Lagi pula, jika saya ceritakan kepada teman-teman dicamp waktu itu, takutnya mereka jadi parno.
Ketika itu, sebagian rombongan bekerja mendirikan tenda, sebagian ada yang mengamankan ransel, keril serta perlengkapan lainnya dari hujan. Dan sebagian lagi duduk beristirahat sambil berteduh dibawah tenda plastik. Sedangkan saya berinisiatif untuk mencari ranting kayu untuk api unggun. Senja mulai terlihat, hujan tak kunjung reda. Saya masuk kedalam hutan yang tak begitu jauh dari tempat mendirikan tenda. Waktu itu saya tidak sendiri, saya ditemani si krebo. Karena asiknya saya mencari ranting-ranting yang basah itu saya tidak sadar bahwa sikrebo meninggalkan saya. Awalnya saya santai, dan sempat berpikir sikrebo akan kembali melangsir ranting yang sudah saya kumpulkan. Tiba-tiba terdengar suara ranting pohon yang di patahkan. “kritik.. kritik”kira-kira sperti itu bunyinya. Saya menoleh kebelakang berpikir bahwa itu krebo. Saya terkejut,setelah menoleh ternyata tidak ada seseorangpun dibelakang saya. Saya mulai gugup, tangan saya yang sedang menarik pohon jalar yang seperti tali itu mulai gemetaran. Saya percepat gerakan saya dan menarik ranting itu sekuat-kuatnya. Betapa terkejutnya saya melihat sesosok bayangan hitam tersepit diatas cabang pohon dimana ranting jalar itu melilit. Saya terjatuh kebelakang dan melepaskan ranting itu. Kemudian saya berlari dan mengambil sebagian ranting yang saya kumpulkan tadi dan kembali ketempat mendirikan tenda. Entah apa wujud dari sosok itu saya tidak tahu, yang pasti saya jelas betul melihatnya tersepit diatas cabang pohon itu. Sampai ditenda saya duduk termenung, dan menganalisa kejadian yang baru saja saya alami. “biasalah, namanya juga gunung, sudah menjadi tempatnya”pikir saya. Setelah semua tenda berdiri, kejadian itu langsung saya lupakan. Sungguh pengalaman yang luar biasa kawan.
Malam Pertama Diatas Gunung

Bukan malam pertama ala pengantin, tetapi ini merupakan pengalaman pertama saya tidur dan bermalam digunung. Selesai isya, sebagian rombongan berada didalam tenda sambil menunggu makan malam disiapkan. Sedangkan saya dan rombongan lainnya bermanjakan diri dengan kehangatan api unggun di gubuknya tulang. Tulang adalah seorang pedagang yang membuat gubuk di tempat ngecamp. Baru kali ini saya tau bahwa diatas gunung ternyata uang masih bisa digunakan. Beberapa saat saya berdiam diri, tiba-tiba salah satu teman dari rombongan saya mengalami kedinginan hebat. Langsung saja kami memberikan bantuan dan menghangatkan tubuhnya, dengan api unggun dan selimut tentunya. Memang malam itu begitu dingin, saya sempat menggigil sebentar.
Setelah makan malam bersama, saya langsung beranjak menuju tenda dan mengambil tempat untuk meluruskan tubuh yang penat dan bersembunyi dibalik sarung yang saya kenakan dari hawa dingin. Namun kaki saya masih terasa dingin, makulum saja saya tidak memakai kaos kaki. Jika sarung saya turunkan kekaki maka tubuh bagian atas akan merasa kedinginan. Begitu sebaliknya hingga saya serba salah untuk melakukan apapun. Karena merasa kesal, saya melilitkan sarung itu pada kaki saya dan menyimpulkan ujungnya hingga mirip seperti kaki pocong. Akhirnya saya bisa tidur dengan cara yang agak memaksa.
Pukul 01:30 wib saya terbangun, hawa dingin semakin menusuk. Dan saya mulai menggigil waktu. Tubuh saya menggigil hebat. Saya putuskan untuk bangun, tetapi hanya saya sendiri yang terbangun. Iri sekali rasanya melihat teman-teman yang lain tidur dengan nyenyak dalam kondisi seperti ini. Saya merasa bimbang untuk membangunkan mereka, tetapi saya juga enggan untuk beranjak tempat saya tidur. Dalam suasana malam, saya berdiam diri dan berusaha untuk tidur kembali. Tubuh masih menggigil, dan semakin menjadi sekali dinginnya. Terlintas dikepala saya, “jika berada digunung jangan sampek terserang hipotermia. Jika tubuh sudah kedinginan dan kehilangan suhu, maka kematian segera menanti”. Saya panik, dan segera bangun dari tempat saya berbaring. Saya cari senter dan pergi keluar tenda. Luar biasa, diluar terasa dingin sekali. Tangan saya tak berhenti gemetar hingga cahaya senter tidak beraturan. Jari sudah terasa kaku, sulit untuk digerakkan. Tiba-tiba salah seorang teman saya juga ikut bangun karena mendengar gerakan saya diluar. Seperti yang saya lihat, dia juga kedinginan seperti saya. Kami pun mencoba untuk menghidupkan api dengan ranting basah seadanya, tetapi hasilnya gagal. Tak jauh dari tenda kami ada pendaki lain yang sedang membakar api unggun, akhirnya kami pergi kesana dan bergabung bersama mereka. Disinilah saya merasakan betapa indahnya berbagi kehangatan. Kami disambut dengan baik teman. Kami tidak saling mengenal, tetapi terasa lebih dekat dari sahabat. Sebentar saja kami sudah saling tertawa bersama. Secangkir kopi langsung disuguhkan kepada kami. Hingga rasa dingin dari tubuh saya mulai lenyap. Sunggu indah, baru kali ini saya merasakan kebersamaan, berbagi rasa, suka, cita, dan tawa, satu untuk semua, semua untuk satu.
Menuju Puncak
Sekitar pukul 04:00, kami mulai bersiap menuju puncak. Terlihat kabut yang begitu tebal. Dingin kembali menusuk. Jarak pandang hanya beberapa meter saja. Saya begitu semangat waktu itu.
Trek menuju puncak tidak begitu sulit, sudah tersusun tangga sampai keatas. Sedangakan disebelah kiri terdapat jurang yang lumayan dalam. Dan banyak sekali ditemukan pohon pandan hutan disepanjang trek ini. Setelah melewati batas vegetasi, mulai tercium aroma belerang yang menyengat. Gemuruh aktivitas gas belerang yang berada dikawah terdengar seperti suara pesawat  yang melintas diatas kepala. Diantara bebatuan, saya berjalan menyusuri jalan setapak hingga saya dpat melihat puncak sudah didepan mata. Saya tersenyum bahagia, dan mempercepat langkah saya menuju keatas. Luar biasa indahnya, meskipun ditutup kabut tidak mengurangi keindahan puncak gunung sibayak. Sayang sekali saya belum dapat kesempatan menyaksikan sunrise waktu itu dikarenakan kabut yang tebal menutupi. Yang terlihat hanyalah jurang yang tak terlihat dasarnya. Dan saya baru tahu, ternyata dipuncak jauh lebih dingin ketimbang ditempat kami ngecamp samalam. Ditambah lagi angin yang begitu kencang terasa dingin menusuk sampai ketulang. Saya menggigil lagi teman.

Tiba-tiba beberapa orang anggota rombongan mulai bergerak menuju puncak tertinggi atau yang biasa disebut ‘Pilar’sibayak. Sebenarnya saya sempat was-was, apa saya bisa kesana dengan kondisi seperti ini? Melihat treknya sangat ekstrim jalan setapak diantara jurang yang dalam. “kalo belum sampek pilar bararti gue belum sukses mendaki sibayak”pikir saya. Tanpa pikir panjang saya ikut mereka menaiki tebing yang licin. Ketika saya berpegang pada sebuah batu dan bersandar diatasnya, sekeliling yang saya lihat adalah jurang. Takut sekali rasanya, ditambah lagi kondisi saya yang tetap menggigil. Yang saya pikirkan hanyalah keluarga, sahabat dan teman-teman saya. “gue pasti bisa, sedikit lagi, dan gue nggak bakal mati disini. Gue harus bisa tinggalin jejak kaki gue dipuncak ini.”pikir saya. Akhirnya, luar biasa puncak sibayak 2094 mdpl, saya berdiri diatasnya, dekat dengan langit, diatas awan…

Disini saya dapat mengambil pelajaran, sungguh betapa indahnya ciptaan Allah….
“Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

mungkin untuk saat ini, cukup sekian yang dapat saya ceritakan, mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan…..




Senin, 23 Desember 2013

Bukan Masalah biasa

hari ini adalah hari dimana gue ngerasain kekecewan yang begitu besar dalam hidup gue. nggak terkecuali dalam segala hal. baik itu dari keluarga, sahabat-sahabat gue, masalah cinta gue, juga masalah kuliah gue. hari ini selasa 24 desember 2013, tepat satu hari sebelum natal.
pada dasarnya gue tau, tadi malem temen-temen gue pada bilang hari ini ada ujian tengah semester, dan gue coba untuk belajar sebisa gue. tapi loa tau sendirikan gan, gue nggak bisa mikir. gue juga nggak tau sampe berapa lama lagi gue kaya gini, yang gue harapin ya gue bisa kaya dulu lagi. dapet sepuluh besar dikelas, dan hasilnya buat gue bangga kalau gue bisa. terakhir nilai kebanggaan gue itu cuma bisa gue nikmati sampek gue duduk dibangku SMP. hari itu kepala gue bener-bener sakit sampe-sampe gue nggak sadar gue ada dimana pas gue sadar. yang gue ingat waktu itu, nggak ada seorangpun yang gue kenal, semua orang asing. orang tua gue, sodara dan temen-temen gue nggak satupun diantara mereka yang gue liat. ahh!! lupain, gue juga nggak berapa ingat dengan itu.
sambung ke hari ini, gue yakin apa yang gue kerjain tadi adalah sebuah keputusan yang benar. masak gue nyontek terus-terusan sama temen gue. sebenarnya gue juga udah janji sama diri gue untuk mata kuliah yang satu ini gue nggak mau kalo dosennya nganngap sepele gue. dari yang gue denger dari temen-temen, dia nggak mau kalo murid-muridnya nyaontek. lagian walaupun gue nyontek, bakalan sama aja, kan dia udah tau kemampuan gue di 'PD' itu gimana!! soalnya dia juga udah gue anggap kaya temen gue, sayangnya gue segen karena status dia dosen gan!! ya terserah dia deh mau anggap gue gimana. busyet deh gan, hari ini gue beneran galau pangkat y"!! haha.
mmmh!! hari ini juga gue beneran kecewa sama diri gue. cinta gue nggak pernah sempurna. mau nyerah ngejer dia, tapi gue sayang banget sama dia. katanya sih dia juga sayang banget sama gue. tapi kayanya nggak sayang-sayang banget!! gue percaya dia sayang banget sama gue kalau cuma ada gue seorang dihatinya! haha gaaan gan!!
ternyata cewe itu sama semua gan, cewe itu suka bohong kalo dia nggak punya rasa sama lo. kelihatan baik sih, senggaknya dia menghargai lo dan berusaha agar lo nggak nyesek. tapi kan kita cuma butuh cinta dari dia gan. sebaik dan seperhatiannyapun dia ke kita, tapi kalau memang nggak memiliki rasa seperti yang kita harapkan ya sama aja gan!! tau nggak gan, lo adalah sesuatu yang maya yang tahu tentang hal ini, gue nggak bisa buang rasa sayang gue sama dia. secintanya gue sama si "X" dulu yang sampe-sampe tujuh tahun rasa itu gue pendem dan kalo ngga salah sih beberapa minggu yang lalu baru gue ungkapin tapi sayangnya dia udah punya belahan hatinya, dan sesayangnya gue sama si "Y" dulu, sampe-sampe gue berubah tigaratusenampuluh derajat cuma karena dia, dan sebutuh-butuhnya gue sama si "Z" dulu, tetep begitu mudahnya gue relain begitu aja dalam hati gue. tapi cewe yang satu ini, dengan semua usaha dan doa serta pengorbanan gue, gue nggak bisa ngerelainnya gitu aja. oooh gan, gue sayang banget sama dia. kapan gue bisa dapetin cinta yang sempurna dari hati dia.
kalau aja gue bisa pergi jauh dari sini, gue mau mandiri dan bangun kembali hidup gue! tapi sayangnya, nasib gue udah ditentuin sama orang lain gan!! sialan banget kan gan!
haha, tapi selama ada elo gan, gue bakalan bisa hidup dan ngerasain hidup bersama seseorang. elo udah gue anggap sahabat yang hidup meski elo benda mati!!!

Sabtu, 21 Desember 2013

love hope

a
Add caption
sudah kulihat!! telah lama tidak berkunjung disini. penuh debu dan usang. sudah saatnya kita bersama lagi. selama ini aku malu untuk bercerita dan berkeluh kesah disini. selama ini keberanian hanya tertuju pada kekasih semu, netbook tercinta. dan sekarang kalian berdua bersatu untuk menghibur dan saling mengerti untuk memberikan terbaik kepada majikanmu ini.
sudah selama ini, tiada yang sempurna. aku tau butuh kerja keras dan pengorbanan untuk sebuah cinta. tapi sampai kapan perasaan ini terus bertahan dan berusaha bersandiwara kepada dunia, bahwa aku sangat mencintainya. tak ada yang mengerti dengan perasaan ini, kecuali segi empat hitam yang berwana dan aku selalu berhadapan dengannya, tiap kali aku mengalami kegagalan, luka, lara, tawa canda dan semua momen ku pada usia muda ini telah disaksikannya. jika saja kau adalah sesuatu yang hidup, kau pasti mengerti dengan apa yang sedang kurasakan saat ini. penuh gejolak dalam hidup. penuh guncangan, tekanan dan rasa takut yang luar biasa dan akan terus selamanya membayangi kemanapun aku melangkah. 
sungguh sia-sia jika aku terus memperlakukan perasaan sewenang-wenang tanpa memperdulikan bagaimana keadaannya. aku terus memaksa bahwa aku akan bisa, karna aku masih memiliki mimpi yang begitu indah. tapi aku tidak pernah mengerti, kau terluka didalam sana. kau merintih kesakitan, tiada kawan dan tiada tempat bagimu untuk mencurahkan rasa sakitmu, dan tiada yang memperdulikan separah apa lukamu itu. sesekali kau menjerit dalam kesepian, memohan dan mengiba kepadaku untuk memperlakukanmu sebagai mana aku memperlakukan perasaan cinta. aku ingin kau tau, sesakit apapun itu, dan separah apapun lukamu, aku tetap merasakannya. kita adalah tubuh yang satu. meski aku tidak dapat melihat jauh didalam sana, tapi sebenarnya aku bisa merasakannya. air mata tidak pernah mengalir tanpa sebab. air mata ini selalu merespon apa yang sedang kau rasakan didalam sana. kita hidup bersama, dan selalu bersama, sejak hadirnya kita didunia ini. dan banyak hal yang telah kita lewati bersama. banyak cerita yang telah kita tuliskan bersama didunia ini. dan untuk waktu yang sekarang, aku mohon, kita hrus bisa bersatu, mengerti satu sama lain, kita hrus bisa kuat dan wjudkan mimpi indah itu bersama. aku yakin kau dapat bertahan lebih lama lagi, aku akan terus memperhatikanmu, berikan aku kekuatanmu, bantu aku, dan aku mohon, berkorbanlah untukku, kali ini saja. aku berjanji, ini adalah terakhir kalinya. kegagalan yang selama ini belum separuh dari perjalan kita untuk menggapai mimpi itu. apa kau tidak melihat sesuatu yang ada didalam sepertimu, pada diri yang lain diluar sana?. lukamu, dan belahan jiwamu, dan serpihan dirimu yang telah hancur itu, akan diperbaiki olehnya. maka dari itu, aku mohon, berkorbanlah sekali lagi, kita bersama mengorbankan segalanya yang kita bisa untuk meraih mimpi itu. 
waktu kita tidak banyak, entah berapa lagi kita dapt bertahan disini, dan jika waktu itu telah tiba, kita akan hancur bersama, dan bersandar pada tempat yang tiada seorangpun melihatnya. dan, semua mimpi-mimpi kita itu akan terkubur bersam jiwa dan raga kita. "HATI" :)

Rabu, 03 April 2013

PR dalam kasus belajar mengajar



Sudah Tanggung Jawab Orang Tua menjadi Fasilitator PR Anaknya

Oleh: Fahrizul Ikram


Pekerjaan Rumah (PR) adalah hal yang wajar didapatkan seorang anak di sekolahnya. Hal itu dilakukan, selain untuk menambah wawasan anak, juga untuk memenuhi kebijakan-kebijakan sekolah dalam menjalankan kewajibannya sebagai tempat menimba ilmu. Selain itu sekolah juga berperan dalam pembentukan kepribadian dan karakter anak itu sendiri. Kadang Orang tua salah mempersepsikan hal itu sehingga terjadi kesalahpahaman antara orang tua dengan guru di sekolah. Kewajiban seorang guru selain mentransfer ilmu kepada muridnya di ruang kelas, tetapi juga berkewajiban untuk membiasakan anak muridnya belajar di luar ruang kelas dengan memberikan tugas yang harus diselesaikan di luar jam belajar. Perlu juga untuk diketahui bahwa mengajar  berbeda dengan mendidik. Mengajar adalah suatu kegiatan dalam penyampaian suatu ilmu kepada seseorang. Sedangkan mendidik adalah  membimbing, mengarahkan, serta membentuk kepribadian anak menjadi pribadi yang diharapkan. Sudah selayaknya para orang tua mengetahui betapa besarnya tanggung jawab seorang guru terhadap peserta didiknya. Jika orang tua belum mengerti bagaimana besarnya tanggung jawab seorang guru kepada peserta didiknya seiring dengan arus globalisasi saat ini, maka penulis ingin menjelaskan sedikit agar dapat dimengerti.
Salah satu faktor utama yang menentukan mutu pendidikan adalah guru. Gurulah yang terdepan dalam menciptakan kualitas sumber daya manusia. Guru berhadapan langsung dengan para peserta didik dikelas melalui proses belajar mengajar. Ditangan gurulah akan dihasilkan peserta didik yang berkualitas, baik secara akademis, kematangan emosional dan moral, serta spiritualnya. Dengan demikian akan dihasilkan generasi masa depan yang siap hidup dengan tantangan zamannya. Oleh karena itu diperlukan sosok guru yang mempunyai kualifikasi, kompetensi, dan dedikasi yang tinggi dalam menjalankan tugas profesionalnya. Apalagi dalam perubahan kurikulum yang menekankan kompetensi, guru memegang peranan penting terhadap implementasi KTSP, karena gurulah yang pada akhirnya akan melaksanakan kurikulum didalam kelas. Menurut mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Fuad Hasan mengatakan sebaik apapun kurikulum dan sistem pendidikan yang ada, tanpa didukung oleh mutu guru yang memenuhi syarat, maka semuanya akan sia-sia.
Tugas dan peran guru dari hari kehari semakin berat, seiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Guru sebagai komponen utama dalam dunia pendidikan dituntut untuk mampu mengimbangi bahkan melampaui perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi yang berkembang dalam masyarakat. Melalui sentuhan guru di sekolah diharapkan mampu menghasilkan peserta didik yang memiliki kompetensi tinggi dan siap menghadapi tantangan hidup dengan penuh keyakinan dan percaya diri yang tinggi. Sekarang dan kedepan sekolah harus mampu menciptakan sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara keilmuan maupun secara sikap mental. Oleh karena itu dibutuhkan beberapa komponen yang dapat mewujudkannya, yaitu; (1) kepala sekolah yang dinamis dan komunikatif dengan kemerdekaan memimpin menuju visi keunggulan pendidikan; (2) memiliki visi, misi, dan strategi untuk mencapai tujuan yang telah dirumuskan dengan jelas; (3) guru-guru yang kompeten dan berjiwa kader yang senantiasa bergairah dalam melaksanakan profesionalnya secara inovatif; (4) siswa-siswa yang sibuk, bergairah dan bekerja keras dalam mewujudkan perilaku pembelajar; (5) masyarakat dan orang tua yang berperan serta, dalam menunjang pendidikan.
Dalam sebuah kasus yang kita temui baru-baru ini, banyaknya orang tua yang memandang PR anaknya mengarah kepada sisi yang negatif, sehingga adanya pernyataan bahwa PR anak sangat membebani orang tua, bahkan membuat orang tua kesal dan jengkel dengan PR anaknya. Terkadang mereka juga berpikir PR itu dibuat untuk anaknya atau untuk orang tuanya? toh pada akhirnya orang tua juga yang mengerjakannya. sehingga waktu untuk berkomunikasi dengan anaknya jadi berkurang karena disibukkan dengan PR, akibatnya orang tua merasa kehilangan waktu untuk berinteraksi yang intens dengan anaknya. Jika dilihat dari sisi negatifnya saja ya memang terlihat merugikan, tapi semua itu merupakan sesuatu yang keliru.  Karena, jika dipandang sisi positifnya justru sangat berdampak baik terhadap kepribadian anak. Waktu anak yang pada umumnya terbuang untuk bermain jadi lebih bermanfaat dengan adanya PR, sehingga seorang anak akan terbiasa dan dapat lebih memahami semua yang didapatnya disekolah. Alhasil, pengetahuannya akan lebih luas dan mempercepat perkembangan kognitifnya. Sebenarnya sudah menjadi tanggung jawab orang tua ikut serta dalam memberikan pendidikan kepada anaknya. Jika disekolah, ya memang sudah menjadi tanggung jawab guru memberikan pendidikan kepada muridnya, namun jika dirumah sudah selayaknya orang tua bertanggung jawab dalam memenuhi kebutuhan belajar anaknya seperti tugas ataupun PR dan sejenisnya.
Pemberian PR kepada murid merupakan hal yang wajar dilakukan oleh guru kepada peserta didiknya guna mencapai tujuan pendidikan yang berdasarkan Standar Pendidikan Nasional. Sedangkan tujuan yang sebenarnya dari pemberian PR tersebut merupakan salah satu instrumen guru dalam proses belajar-mengajar yang dapat mengembangkan kebiasaan belajar, mendorong kebiasaan positif dalam belajar, serta sarana komunikasi orang tua dan guru disekolah. Maka dari itu, pemberian PR kepada peserta didik diharapkan proses pencapaian pembelajaran dapat berjalan dengan baik, karena dilakukan dengan dua arah yaitu sekolah dan rumah. Harus kita ketahui juga bahwa peran orang tua dalam PR ini adalah memberikan fasilitas sejauh yang anak butuhkan dalam mengerjakan PRnya.
Campur tangan orang tua dalam  persoalan PR anak sebaiknya dilakukan dengan seminimal mungkin, agar anak tersebut dapat belajar lebih mandiri.  Selain itu seorang anak akan dapat mengerti dengan perjuangan dalam mencapai sesuatu tujuan lewat persoalan-persoalan sulit yang dihadapinya ketika membuat PR. Jika hal-hal seperti ini telah ditanamkan sejak dini maka akan sangat berdampak positif sekali untuk masa depan anak. Jadi, sebaiknya orang tua memandang PR tersebut tidak dengan sisi negatifnya saja, karena itu akan membuat orang tua mengeluh dan akibatnya akan merusak sosialisasi antara orang tua dan guru disekolah. Dan yang menjadi korban adalah anaknya sendiri. Karena hal-hal seperti itu akan mengurangi minat anak untuk belajar. Mengapa tidak? Orang tuanya saja mengeluh dengan PR anaknya, bagaimana pula dengan anaknya?. Maka jangan heran jika anak akan merengek kepada orang tua jika kebutuhan dalam menyelesaikan PRnya tidak terpenuhi.
Coba kita lihat bagaimana perbedaan antara sikap orang tua yang memandang PR pada sisi positif dan sikap orang tua yang memandang  PR pada sisi negatif. Orang tua yang memandang PR anaknya pada sisi positif akan lebih percaya diri dalam memberikan asupan pendidikan bagi anak, sehingga sangat mendorong perkembangan pengetahuannya. Sedangkan orang tua yang memandang jelek pemberian PR kepada anaknya, ia akan selalu berpikir yang jelek terus menerus kepada sekolah maupun guru yang memberikan PR tersebut. akibatnya kepercayaan dirinya akan berkuraang dalam memberikan dorongan kepada anaknya untuk belajar. Yang dirugikan justru anak, dia juga akan kehilangan rasa percaya diri, dan rasa cintanya terhadap pelajaran tersebut akan berkurang bahkan hilang sama sekali akibat asutan orang tua yang menyalah-nyalahkan PR anaknya.
Internet merupakan salah satu media yang sangat berguna dalam membantu perkembangan ilmu pengetahuan. Apabila guru menyuruh muridnya untuk mencari bahan pelajaran di internet maka itu merupakan sesuatu yang wajar. Sebab, mungkin saja disekolah media pembelajarannya masih kurang atau belum memenuhi standar nasional pendidikan. Maka dari internet peserta didik bisa mendapatkan informasi yang lengkap dari semua yang dibutuhkan dalam proses belajar-mengajar. Jika orang tua masih mengkhawatirkan anaknya menyalah gunakan internet sebagai media pembelajaran yang efektif, maka sebaiknya orang tua mengawasi kegiatan anaknya ketika mengunjungi internet. Apalagi dewasa ini memang sangat terlihat sekali dampak negatif dari internet tersebut. Hal yang sering digunakan anak ketika membuka internet baik dirumah maupun di warung internet misalnya, adalah bermain game online seperti Point Blank, membuka sosial media seperti Facebook, Twitter dan lain sebagainya. Lebih parahnya lagi apabila anak tersebut membuka situs-situ porno ataupun situs-situs yang sangat berdampak buruk terhadap perkembangannya. Maka dari itu dibutuhkan peran orang tua untuk mengawasi anaknya agar tidak menyalah gunakan fasilitas internet yang sangat mendukung perkembangan ilmu pengetahuan.
Dengan mengawasi jalannya kegiatan anak membuat PR, orang tua seharusnya menyadari dalam dunia pendidikan itu harus ada pengorbanan, baik berupa waktu, materi dan sebagainya. Apalah gunanya orang tua hanya menghitung-hitung seberapa banyak uang yang habis untuk membiayai dalam memberikan fasilitas belajar kepada anaknya mengingat hal itu nantinya juga untuk kebaikan anak itu sendiri.
Untuk itu dengan banyaknya tanggapan negatif orang tua terhadap PR yang diberikan kepada anaknya, penulis ingin memberikan saran kepada guru dalam pemberian PR kepada muridnya. Pertama, tugas yang diberikan harus sesuai dengan tingkat kompetensi anak, usia, dan kemampuannya dalam menyelesaikan PR tersebut. Dan tidak boleh melampaui batas kemampuan anak didik untuk mengerjakannya. Kedua, waktu yang dibutuhkan anak untuk mengerjakan PR, sebaiknya tidak melebihi batas maksimal sepertiga dari jumlah jam belajarnya di kelas dengan materi yang sama. Dan yang ketiga, jumlah PR yang diberikan harus disesuaikan dengan jenjang pendidikan, serta menyesuaikan materi dengan yang tertera pada kurikulum.
Dari pernyataan-pernyataan diatas maka kita dapat menyimpulkan bahwa PR anak bukanlah suatu hal yang menjadi beban orang tua, karena memang sudah tanggung jawab orang tua kepada anaknya untuk memenuhi semua keperluan sekolah anaknya, baik bahan-bahan pelajaran, buku, alat tulis dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Dari apa yang menjadi anggapan orang tua yang memberikan pernyataan keras terhadap pemberian PR tersebut adalah benar-benar kekeliruan dalam dunia pendidikan. Mungkin orang tuanya tidak berpendidikan sehingga ia dapat menyatakan bahwa PR anak sangat membebaninya.

Selasa, 02 April 2013

Peran Pancassila dalam arus Globilsasi




 Peran Pancasila Dalam Arus Globalisasi

 oleh: Fahrizul Ikram

 
Negara Republik Indonesia memang tergolong muda dalam barisan negara-negara didunia. Tetapi bangsa Indonesia lahir dari sejarah dan kebudayaannya yang tua, melalui gemilangnya kerajaan Sriwijaya, Mataram dan Majapahit, kemudian mengalami masa penderitaan penjajahan sepanjang tiga setengah abad sampai akhirnya bangsa Indonesia memproklamirkan kemerdekaannya pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejarah bangsa Indonesia untuk merebut kembali kemerdekaannya sama tuanya dengan sejarah penjajahan itu sendiri. Berbagai babak sejarah dilampaui dan berbagai jalan telah ditempuh dengan gaya yang berbeda-beda mulai dengan cara-cara yang lemah sampai cara-cara yang keras, mulai dari gerakan kaum cendekiawan yang terbatas sampai pada gerakan yang menghimpun kekuatan rakyat banyak, mulai dari bidang pendidikan, kesenian, perdagangan sampai pada gerakan-gerakan politik.
Setelah melalui babak-babak sejarah sebelum terbentuknya negara Indonesia, barulah dimulai perancangan bentuk negara dan pemerintahan negara Indonesia. Maka para tokoh-tokoh bangsa Indonesia sibuk mendiskusikan serta merancang perumusan pancasila, yang akan dijadikan sebagai dasar negara. Pancasila sebagai dasar negara merupakan kesepakatan politik pada saat terbentuknya negara Indonesia hingga sekarang. Sebagai dasar negara, pancasila harus  bisa menghadapi  tantangan global dunia yang terus berkembang saat ini mengingat pancasila adalah acuan negara. Akan tetapi sebuah permasalahan besar bangsa Indonesia saat ini adalah penerapan dari niai-nilai pancasila tersebut mulai memudar pada diri bangsa yang disebabkan oleh globalisasi yang terus berkembang. Disinilah peran pancasila dalam menghadapi kencangnya arus globlisasi yang dapat merusak kepribadian bangsa. Dimana pancasila adalah kepribadian bangsa indonesia, yang memiliki makna bahwa sikap, tingkah laku, dan perbuatan bangsa Indonesia memeiliki ciri khas tersendiri, sehingga dapat membedakannya dengan bangsa yang lain. Ciri khas inilah yang diartikan sebagai kepribadian bangsa.
Pengaruh masuknya budaya asing ditengah-tengah kehidupan masyarakat Indonesia yang selalu diikuti tanpa adanya penyaringan kaidah merupakan salah satu penyebab semakin berkurangnya rasa nasionalisme bangsa. Sehingga konsep yang menyatakan pancasila sebagai kepribadian bangsa lenyap begitu saja dengan pengaruh budaya asing yang terus meluas keseluruh penjuru negeri. Betapa sayangnya bumi ibu pertiwi yang di atasnya terdapat beribu-ribu suku, bahasa dan budaya, namun dapat dengan mudahnya ditepis oleh kebudayaan asing dan kemudian menguasainya. Ini dikarenakan nilai-nilai pancasila belum mengakar didalam diri bangsa, sehingga pancasila tidak dapat kokoh berdiri seperti yang diharapkan. Dalam hal ini merupakan realita yang tidak dapat untuk kita pungkiri, melihat keadaan bangsa yang terus mengalami permasalahan-permaslahan dari waktu kewaktu, baik dari segi pemerintahan/ politik, masyarakat dan tindak kejahatan dan kriminalitas yang semakin hari semakin bertambah jumlahnya.
Arus globalisasi yang terus mengancam pendirian bangsa tentunya menambah tanggung jawab setiap masyarakat yang memikul beban yang berat dengan selalu senantiasa berpegang teguh dengan nilai-nilai yang terkandung dalam rumusan pancasila. Sedikit saja kita tergoda dengan kenikmatan yang disuguhkan dunia global tanpa menyaringnya terlebih dahulu maka secara otomatis pula akan merontokkan  nilai-nilai pancasila yang telah tertanam di dalam diri kita.
Globalisasi adalah fenomena dimana batasan-batasan antar negara seakan memudar karena terjadinya berbagai perkembangan di segala aspek kehidupan, khususnya pada bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan terjadinya perkembangan berbagai aspek kehidupan khususnya di bidang iptek tersebut maka manusia dapat pergi dan berpindah ke berbagai negara dengan lebih mudah serta mendapatkan berbagai informasi yang ada dan segala sesuatu yang terjadi di dunia secara instan.
Kita sebagai bangsa indonesia tentu sering melihat dan sangat mengenal gambar atau lambang-lambang didalam sila-sila pancasila. Tetapi kita tidak pernah memperhatikan simbol-simbol dan makna dari simbol yang terdapat di dalam perisainya. Disinilah kita dapat memahami bahwa arus globalisasilah yang mempengaruhi masyarakat Indonesia kurang memperhatikan dari apa yang tersirat diantara lambang-lambang tersebut. didalam perisai yang terdapat pada dada burung garuda atau lambang pancasila, memiliki arti-arti tersendiri sesuai dengan nilai-nilai yang terkandung didalamnya.
Untuk Sila Pertama yakni Ketuhanan Yang Maha Esa diwakili oleh simbol bintang.Simbol ini mempunyai arti bahwa Tuhan menjadi cahaya bagi setiap manusia. Sebagai masyarakat beragama sudah sepatutnya kita menjalankan kewajiban-kewajiban yang di bebankan tuhan kepada setiap umat beragama. Dengan kata lain, segala sesuatu yang bersifat moralitas yang terdapat dalam nilai-nilai agama harus berjalan dengan sebaik-baiknya. Dengan demikian tentunya dapat menstabilkan moralitas masyarakat dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Sehingga dapat menjadi prisai dalam menangkis dmapak globalisasi yang merusak. Kemudian di  bagian kanan bawah terdapat rantai yang melambangkan Sila Kedua, Kemanusiaan yang Adil dan Beradab. Rantai ini mengandung makna bahwa setiap manusia, laki-laki dan perempuan,membutuhkan satu sama lain dan perlu bersatu sehingga menjadi kuat. Dengan tidak membeda-bedakan keterbelakangan dan kekurangan, ras, dan suku kelompok maupun individu, dan membenarkan segala sesuatu yang  benar dan menyalahkan segala sesuatu yang salah. Tidak berpihak  pada satu sisi, tetapi tetap berada ditengah-tengah antara yang benar dan yang salah. Sehingga dapat mengkokohkan pendirian bangsa dalam memberikan keadilan pada setiap lapisan masyarakat tanpa berpihak kepada satu sisi tertentu dengan faktor-faktor tertentu.
Selanjutnya, terdapat gambar pohon beringin untuk Sila Ketiga, Persatuan Indonesia. Simbol ini menyiratkan bahwa seluruh rakyat Indonesia bisa “berteduh” di bawah naungan negara Indonesia. Berlindung dari segala tekanan-tekanan yang mengancam kemaslahatan kehidupan sosial bermasyarakat, baik dari dalam maupun dari luar. Dengan bersatu maka akan terbentuk kekuatan yang besar dan perisai yang kokoh dalam melindungi bngsa dari ancaman arus globalisasi yang berdampak buruk. Di sebelah kiri atas terdapat gambar kepala banteng sebagai simbol Sila Keempat yakni Kerakyatan yang Dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan. Lambang tersebut digunakan karena dalam musyawarah di mana orang-orang harus berkumpul untuk mendiskusikan sesuatu seperti halnya sifat banteng. Dan yang terakhir terdapat padi dan kapas untuk Sila Kelima yaitu Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Simbol padi dan kapas melambangkan kebutuhan dasar setiap manusia yakni pangan dan sandang sebagai syarat utama untuk mencapai kemakmuran Indonesia.
Dari kelima sila-sila tersebut, dapat kita pahami bahwa pancasila sudah terumus dengan begitu sempurna, tetapi pencerminannya dalam diri masyarakat untuk menrapkannya sebagai dasar negara tidak berjalan sesuai dengan tujuan perumusan pancasila. Pada dasarnya, pancasila sudah sangat tangguh dalam membentengi bangsa indonesia dari badai globlisasi yang dampaknya sangat buruk terhadap kepribadian bangsa Indonesia. Jika nilai-nilai pancasila tersebut sudah benar-benar tertanam didalam diri bangsa, maka kita dapat meyakini bahwa pancasila dapat berdiri kokoh meskipun diterjang badai globalisasi sekalipun. Tentunya, tujuan bangsa Indonesia dapat berjalan dengan sebaik-baiknya, serta solusi dari setiap permasalahan-permasalaha yang sedang dihadapi bangsa Indonesia. Dengan menyaring semua yang diberikan dunia global terhadap bangsa, maka bangsa indonesia mendapatkan dampak yang baik dari arus globalisasi tersebut. sehingga pemanfaatannya sangat mempengaruhi kemajuan dan eksitensi bangsa Indonesia dalam panggung dunia.