Daftar Blog Saya

Senin, 16 Juni 2014

Dimana Kebahagiaan Itu Berada?




Kenapa dengan hidup saya?
apa sebenarnya yang membuat semua kekacauan dalam hidup saya?
Saya pikir, saya sudah benar-benar menghindar dari masalah yang menjadi beban dalam hidup saya. Tetapi kenapa seakan-akan masalah itu terus saja mengikuti  kemanapun saya melangkah, kemanapun saya berlari, kemanapun saya berpijak tetap masalah tak pernah enyah dari hidup saya.  Semua orang berkata, masalah itu ada karena kita sendiri yang mengundangnya. Tapi kenyataan ini? Benarkah seperti apa yang mereka katakan?
Siapa saja,tolong jelaskan kepada saya apa yang dimaksud dengan kebahagiaan? Saya ingin tahu sudah sejauh manakah kebahagiaan yang saya dapat selama ini. Dan saya juga ingin tahu, seperti apa rasanya bahagia itu. apakah lahir didunia adalaah sebuah kebahagiaan? Apakah bernafas menghirup udara didunia ini juga merupakan kebahagiaan? Apakah kebebasan memilih jalan hidup juga kebahagiaan? Apakah hidup dalam keluarga yang utuh adalah kebahagiaan? apakah hidup dalam keluarga yang pecah adalah kebahagiaan?  apakah hidup dalam keluarga yang kaya raya juga kebahagiaan? ataukah hidup dalam kemiskinan juga kebahagiaan? mungkinkah anugerah hidup dengan fisik sempurna adalah kebahagiaan? apakah memiliki fisik yang jelek adalah kebahagiaan? apakah memiliki kulit hitam legam adalah suatu kebahagiaan yang patut dibanggakan? Apakah dengan memiliki banyak teman adalah sebuah kebahagiaan? dan yang paling ingin saya mengerti, “apakah hidup dirumah orang, dengan fasilitas yang cukup memadai, biaya pendidikan, dan kamar yang tak begitu luas  kemudian membayarnya dengan usaha kerja keras, menguras tenaga, menjatuhkan  mental, makan hati, melukai perasaan, direndahkan, dihina secara tak langsung, serta di budakkan dalam kurun waktu yang lumayan lama adalah kebahagiaan?”
Sedikitpun saya tak mau menampakkan raut wajah yang pilu. Tak pernah terpikir oleh saya untuk bersedih dihadapan bayangan dalam  cermin yang senantiasa menertawakan kenyataan hidup saya. Menghibur diri, menabur senyum, mencari kebahagian bersama teman dan sahabat, hanya itu yang dapat saya lakukan. Meskipun pernah sesekali perasaan itu tak terkendali lagi sehingga teman dan sahabat menjadi korban pelampiasan emosi saya, tetapi saya masih bersyukur mereka mengerti dengan keadaan saya. Mereka bisa menerima dan merangkul saya kembali. Tapi saat ini, saya bukan butuh pelukan dan belas kasih dari semua orang, melainkan suport yang bisa membuat saya bangkit dari keterpurukan ini. Saya hanya butuh kata-kata penyemangat dalam hidup saya. Karena saya benar-benar tersiksa, ini sangat sangat menyakitkan. Sulit sekali menyesuaikan keadaan ketika kita menangis dalam senyum, dalam tawa serta dalam keceriaan. Saya baru menyadari, ternyata tertawa jauh lebih menyedihkan dan menyakitkan dibandingkan dengan menangis. Tapi saya tidak ingin menangisi atas apa yang selama ini menimpa saya, karena air mata ini saya anggap sangat mahal harganya. Saya bukan seseorang  yang cengeng, hanya saja saya seorang pecundang yang mudah mengeluh.

Wahai Dzat yang memberi kebahagiaan..
Pemilik dan penjaga jiwa-jiwa suci
Yang maha tahu apa yang ada dan tiada
Betapa hambamu ini buta
Tak melihat dengan kedua mata
Apa yang ada dilangit dan dibumi

Sungguh…
Tak ada suatu alasan bagi hambamu yang hina ini
Untuk mengkufuri segala nikmatMu
Atas semua yang bercahaya dikegelapan malam
Atas kelembutan awan-awan yang berjalan
Serta Kehangatan mentari yang bersinar
Semua adalah keindahan yang tiada tara atas apa yang kami panjatkan

Wahai Dzat pemiliki nur Muhammad
Pemilik dan penjaga  jiwa-jiwa suci
Pemilik cahaya para malaikat
Pemilik atas apa yang ada dilangit dan bumi
Pemilik raga hambamu yang kecil ini
Pemilik nyawa hambamu yang berdosa ini

Apa kah hidup ini?
Seperti apakah jalan hidup ini?
Penuh liku
Apakah ini sebuah labirin?
Bagaimana hamba melewati ini?
 Seperti apa akhir dari semua ini?
Semua terbalik…
Semua berputar…
Berlawanan dari apa yang hamba bayangkan
Bertolak belakang dengan apa yang hamba angankan

Sungguh…
Betapa indahnya kehidupan burung itu
Terbang kian kesana kemari
Menerawang dari atas
Menemukan jalan yang di idamkan
Labirin telah berujung
Hamba masih dilema
Memilih mana yang benar mana yang salah
Ditengah persimpangan
Bertaruh nyawa…

By: Fahrizul Ikram

Jumat, 13 Juni 2014

Aku Tersesat Dalam Kehidupan


Jemari ini kembali menari diatas papan tombol yang berdebu. Desah nafas yang beriringan dengan alunan instrumen musik "Despair" membawa saya kedalam suasana sepi dan menyedihkan. Tak tau lagi kemana mata ini akan memandang masa depan, jika disekeliling ini hanya kenyataan yang menyengsarakan. Ilusi dalam mimpi terus berjalan, mencoba membawa saya kealam yang tenteram, damai dan nyaman. ilusi itu terus saja membawa saya untuk berangan-angan, terbalut dalam kebahagiaan semu. Tak ada yang tau, betapa resahnya hati ini menunggu sesuatu yang mustahil. "Kebebasan"! ya, itulah yang saya cari selama ini. sementara kesempurnaan itu tak kunjung datang, berbagai masalah dan ancaman selalu membayangi kemanapun saya berdiri.
Mengapa saya selalu mengeluh dengan hidup yang saya jalani? Apakah saya secemen itu?
Terserahlah, apapun itu, hinaan, cacian, ejekan, serta pandangan negatif dari setiap orang yang menilai akan saya terima. Saya tidak pernah marah dengan semua perkataan yang mencoba menjatuhkan saya, baik itu cacian serta direndahkan, dan atau sebagainya. Karena saya menyadari segala kekurangan dalam diri saya. Meskipun dianggap sebagai sampah yang tak berguna sekalipun saya tetap menghargai pujian yang menyedihkan itu.  

"Aku tidak suka dengan orang yang membohongi dirinya sendiri ditengah turunnya salju"

ya, saya juga sangat membenci orang seperti ini. Tetapi betapa munafiknya saya setelah menyadari selama ini saya terus berada dalam kebahagiaan palsu. Menangis didalam keceriaan senda gurau. Menutupi segala kepedihan abadi yang tak pernah terobati. Bukan tertutup, tapi justru saya tak malu untuk bercerita. Bukan mengharap belas kasih orang yang mendengarkan, dan tak pernah juga saya berharap sesuatu yang lebih dari mereka selain kata-kata yang bisa membuat saya bangkit. Mungkin dilain sisi saya merasa tidak ada  seorangpun yang bisa mengerti dengan penderitaan yang saya jalani, tapi ada sebuah sisi yang membuat saya berpikir positif kepada orang-orang di sekeliling saya yang telah mencoba memberikan apa yang saya butuhkan. Semangat dan dorongan selalu saya hargai meskipun jika tidak bisa diterima dengan akal sehat sekalipun.

hidup susah selamanyapun akan susah, tiada tempat, dan waktu selain kesengsaraan dan kepedihan melawan penderitaan.
Malam ini, semua mimpi dan angan-angan terbang bersama angin. Itu artinya, saya yakin dengan pilihan yang saya ambil. Hidup saya hanya untuk bermimpi.
dan untuk meraih mimpi itu, pendidikan yang sedang berjalan ini pasti akan berhenti. Ya... jika sudah tiba saatnya saya akan melambaikan tangan kepada anda-anda semua yang berbahagia mengenakan Toga kebanggaannya. Dan saat itu, saya berharap bisa menyaksikan diri saya sendiri untuk dapat tersenyum bersama mereka..

Jumat, 06 Juni 2014

Dreams or Despair

Entah kenapa, apa yang membuat saya terdorong untuk menuliskan keluh kesah saya disini? saya hanya merasa setiap kali saya menulis, sesuatu yang hebat terasa dalam diri saya. Seolah-olah rasa kesepian saya terobati. Dimana saya di dunia nyata tidak mendapatkan seseorangpun yang benar-benar dapat mengerti saya, tapi disini saya merasakan ada yang mengerti dengan apa yang saya rasakan, ada yang mengerti dengan perasaan saya, seolah-olah ia paham dengan apa yang sedang asaya alami. Iya, mengapa itu bisa terjadi? Karena dunia maya ini saya anggap sebagai cerminan hidup saya. Dunia maya saya anggap sebagai sahabat sejati saya yang siap mendengarkan semua, dan segala sesuatu yang menyangkut dengan saya, baik itu perasaan dan atau sebagainya.  Saya merasa telah gagal menjalani hidup ini, dan mungkin dalam waktu dekat pikiran yang buruk akan selalu membayangi saya. dan saya terlalu takut jika hal itu terjadi kepada saya. Saya terlalu cepat bertindak, dan hal terbodoh mengakhiri hidup dengan cara yang konyol sangat sulit saya hindari. Saya merasa takut dengan masa depan saya, saya sangat takut jika mengetahui dan mengakui bayangan masa depan saya itu nanti. Tetapi, saya sadar betul! dengan apa yang saya hadapi dan segala sesuatu yang telah saya alami mungkin sudah jelas tergambar jadi apa saya kelak. Saya berusaha menghibur diri, menghindari dari semua yang membuat saya merasa bersedih. Tapi apalah yang bisa saya lakukan, selain tertawa bersama sahabat dan teman disekeliling saya, padahal hati dan persaan saya merasa tersayat didalam sana. Saya terus menahan sesak didada, mencari sesuatu yang bisa dijadikan sebagai penenang, meredamkan rasa gelisah yang terus membayangi diri saya. Dulu saya penjarakan perasaan saya, mencari suasan sepi sebagai tempat berdiam diri. Tapi apa yang saya dapat? selain rasa sakit itu terus menggerogoti hidup saya. Mungkin banyak orang-orang diluar sana mengalami penderitaan seperti saya, tapi apakah kita bisa saling mengerti satu sama lain? saya melihat mereka menjadi liar. apa yang menyebabkannya? karena mereka merasa tak ada yang peduli dengan hidupnya, tak ada yang menerima keberadaannya, tak ada yang bisa mengerti dan memahami dirinya. sehinggga ia terus melakukan perbuatan yang menurutnya bisa  membuatnya senang dan bahagia sebagai obat penawar kesepiannya. Saya benar-benar dapat merasakan penderitaan orang lain, karena pernyataan itu benar. Hanya orang yang pernah mederita yang dapat mengerti  dan memahami artinya penderitaan. Cinta yang selama ini diasumsikan sebagai sesuatu yang sempurna, serta keindahan yang tiada tara, dalam artian saya cinta hanya bualan belaka. Bagi saya, cinta melahirkan benci. Saya cinta ibu dan ayah saya, tapi justru karena demi melindungi orang-orang yang saya cintai itu saya malah jatuh dalam perasaan benci yang luar biasa terhadap paman saya yang selama ini mencoba mengusik keharmonisan keluarga saya.
Hati saya bertanya, "kenapa? kenapa kalian memandangiku seperti itu?". dari kecil saya merasa orang-orang telah mengucilkan saya, menjauhi saya, mempermainkan saya, meperolok-olok saya, menghina saya, merendahkan saya, meremehkan saya, dan tidak sedikit teman ataupun yang sudah saya anggap sebagai sahabatpun bisa mengacuhkan sapaan saya. Entah apa yang ada dalam diri saya, saya mengerti dengan semua sikap saya yang kasar, sok akrab, dan keisengan yang sering kali saya lakukan kepada orang-orang disekeliling saya mungkin itu adalah efek dari kerasnya hidup yang saya jalani. Perbuatan-perbuatan saya rasa membuat saya sedikit lupa dengan apa yang terjadi pada diri saya. 
Saya rindu dengan impian-impian saya, mimpi-mimpi saya, dan sebagainya. Saya ingat, dikala kecil saya terbiasa dengan angan-angan, berlari kehalaman rumah kemudian berbaring diatas rumput hijau menghadap kelangit. saya cermati awan-awan yang berjalan, burung-burung yang bebas, dan pasangan capung-capung yang beterbangan diatas saya. Saya memimpikan ingin merasakan hidup yang teman saya alami. teman saya ini adalah seorang anak yang beruntung dengan dilahirkan oleh kedua orang tua yang berlimpah hartanya. apa saja yang ia mau, dia tinggal meminta maka terkabullah permintaannya itu. sesekali saya tersenyum, menikmati indahnya kebahagian saya dalam hayalan itu. Sampai saya tak sadar bahwa hari sudah gelap, jika saja suara azan tak berkumandang mungkin saja saya akan betah berlama-lama berada dalam angan-angan dan hayalan itu.
bagi saya, mungkin tak ada yang lebih indah selain angan-angan belaka!!
Cukup untuk hari ini, saya tidak tau ingin mencurahkan isi hati saya kepada siapa. Saya berusaha menceritakan kepada teman, tapi saya lihat mereka merasa terbebani dengan masalah saya. Saya kembali berusaha tertawa, sementara hati semakin tersayat didalam sana. Pikiran bodoh sering melintas, dengan segala ancaman-ancamannya yang membuat saya semakin takut dengan masa depan saya.
saya hanya berharap, mimpi ini akan tetap ada dan abadi untuk selamanya. Walaupun kenyataan mengatakan saya lebih dari seorang pemimpi, "" matipun akan kuraih mimpi itu!!!"

Senin, 26 Mei 2014

Sepenggal Cerita Digunung Sibayak (2094mdpl)


Gunung sibayak merupakan gunung yang memiliki eksotis keindahan tersendiri. Dibandingkan dengan beberapa gunung di sekitarnya, gunung yang memiliki ketinggian 2094 mdpl ini adalah gunung yang memiliki pesona alam yang luar biasa dimata pendaki. Seperti halnya saya, ketika berada digunung ini merasa terkagum-kagum dengan keindahan alamnya. Berikut akan saya ceritakan beberapa hal yang menyangkut gunung sibayak serta pengalaman saya ketika menaklukkan puncaknya.
Gunung Sibayak  terletak didataran tinggi Karo dengan ketinggian 2.094 m dari permukaan laut. Kedaan  puncak gunung ini sudah porak poranda karena letusan di masa lalu. Faktor kondensasi di gunung ini sangat tinggi yang menyebabkan seringnya terlihat kabut yang bergerombol didaerah puncak dan merupakan gunung api yang masih aktif, dan mempunyai kawah yang cukup landai untuk dituruni dan tampak tidak terlalu berbahaya asalkan jangan terlalu dekat ,Gumpalan asapnya  berasal dari panas bumi dan berguna sebagai sumber energi listrik. Di Kabupaten Karo telah terdapat sebuah kawasan pembangkit tenaga uap di dekat Gunung  Sibayak.

Dari yang saya lihat, terlihat jelas kondisi  kawahnya yang agak landai (terlihat dari belakang kawasan pembangkit tenaga  uap), yang kelihatannya seperti  membelah  gunung. Sekitar pukul 15:00 WIB, kabut mulai kelihatan di sekitar puncak gunung  hingga ke bagian bawahnya, dan tidak lama kemudian, kabut mulai menyebar hingga  ke Desa Semangat Gunung. Perlu juga untuk kita ketahui bersama Gunung Sibayak biasa dikenal  dengan sebutan “Gunung Raja”. Sibayak berarti raja dalam bahasa  Batak Karo.
Meski mendaki gunung sibayak adalah pendakian pertama bagi saya, tetapi saya dapat mengatakan bahwa gunung sibayak tergolong mudah untuk dicapai puncaknya. Meskipun ini pengalaman pertama saya mendaki gunung, tetapi saya banyak tahu tentang gunung. Sejak umur 10 tahun saya memang sudah jatuh cinta sama gunung, hutan dsb. Oleh sebab itu, banyak jalur-jalur yang saya ketahui dari beberapa gunung populer dikalangan pendaki yang ada di Indonesia.
Pada minggu lalu saya melakukan pendakian kegunung sibayak bersama-sama Mapala STAIN ZAWIYAH COT KALA LANGSA lewat acara “Travelling and Fun Hiking 2014”. Saya mengira pada waktu itu pendakian dilakukan melalui jalur lau sidebuk-debuk yang berada di desa semangat gunung. Yang menurut sepengetahuan saya treknya tidak terlalu sulit dan tidak terlalu mudah dan sangat cocok untuk pemula seperti saya. Tetapi dugaan saya salah, yang pada akhirnya pedakian dilakukan melalui jalur desa Jaran guda, yang jalurnya jauh lebih mudah dilalui. Dari pos pendakian saya melewati jalan beraspal yang terus menanjak hingga sampai ke tempat biasanya pendaki mendirikan tenda atau biasa disebut batuan kapur. Dari sini trek pendakian berubah yang tadinya aspal kini menjadi susunan tangga-tangga yang sengaja dibuat untuk memudahkan pendakian sampai kepuncak.
Pos pendakian sibayak

Pos pendakian sibayak dari jalur ini terletak didesa Jaran guda. Dari sini saya dan anggota rombongan mulai melangkah melalui jalan yang sudah beraspal. Sebelumnya kami ditawarkan tumpangan angkutan umum yang biasa membawa pendaki, namun hanya sampai setengah perjalanannya saja, dengan tarif Rp8000/orang. Tetapi bagi kami, berjalan sambil menikmati pemandangan hutan sibayak yang masih alami jauh lebih asik ketimbang duduk didalam angkot.
Setelah usai berdoa, seluruh rombongan bergerak berjalan menyusuri jalan yang menanjak. Sekitar 100 m berjalan rombongan mulai terpisah, sebagian didepan dan sebagian dibelakang. Sedangkan saya bersama dua orang teman saya berada ditengah. Keadaan fisik saya waktu itu masih lebih dari normal, rasa lelah belum terasa ditubuh saya. Tetapi salah seorang teman saya sudah kelihatan sempoyongan. Ransel yang dibawanya sudah ditipkan pada teman yang berada didepan tetapi tetap saja dia kelihatan tidak memiliki tenaga yang cukup lagi untuk menyusul mereka yang berada didepan. Akhirnya kami putuskan untuk berhenti dan beristirahat sebentar sambil menunggu rombongan yang berada di belakang.
Sampai sepuluh menit kami menunggu, mereka tidak kunjung terlihat. Kemudian saya memberikan saran agar melanjutkan perjalanan, karena jika tetap menunggu takutnya mereka yang dibelakang akan mendahului sehingga besar kemungkinan kami berada di paling belakang. Mengingat kondisi fisik teman yang lemah pasti didepan kami akan berhenti dan beristirahat lagi. Ternyata benar dugaan saya. Tepat diatas tanjakan kami beristirahat, beberapa orang dari rombongan dibelakang menyusul kami dan mendahului kami. “bang, dibelakang masih ada orang lagi?”tanya saya kepada salah seorang dari mereka. “Ada, tunggu aja bentar lagi juga nyusul”jawabnya sambil berjalan mendahului kami. Saya mulai panik, sempat saja rombongan yang paling belakang ini mendahului kami, pasti kami akan ketinggalan menyusul semua rombongan, lebih lagi hari yang mulai gelap dan ditambah lagi cuaca yang mendung seperti akan turun hujan. Jika hujan saya tidak tahu mau kemana sebab tidak ada tempat teduhan kecuali dibawah pohon-pohon hutan yang besar. Dan sudah pasti semua yang ada didalam keril akan basah pikir saya. Akhirnya saya mendesak agar segera melanjutkan perjalanan. Dan tak lama kami berjalan sudah terlihat beberapa orang yang didepan tadi sedang duduk istirahat bersama-sama disebuah gubuk yang mungkin adalah sebuah posko kedua.
Kedua teman saya itu langsung ikut bergabung bersama mereka, lain halnya dengan saya,  saya memilih untuk melanjutkan sendirian dan menyusul teman-teman yang sudah didepan. Hujan mulai turun, rasa khawatir basah sudah tak menjadi beban pikiran, tetapi rasa takut yang mulai menghantui saya. Sesekali saya menoleh kebelakang untuk memastikan ada orang dibelakang saya, tetapi tiada seorangpun yang menyusul saya, kemudian saya mempercepat langkah kaki saya untuk menyusul mereka yang sudah didepan. Sampai disebuah persimpangan saya kebingungan, yang satu menanjak kebawah dan satu lagi menanjak keatas, dengan penuh keyakinan saya memilih kearah kanan dan menaiki tanjakan yang tidak begitu tinggi. Hujan terus membasahi tubuh saya, satu orangpun belum saya temukan didepan. Saya kebingungan lagi, apakah terus berjalan menyusul orang depan atau berhenti menunggu yang dibelakang ditengah hujan yang tiada henti.
Terlintas dikepala saya tentang tekad seorang pendaki, dan semangat muncak seorang pendaki, “masa gunung sibayak aja gue takut sih?’pikir saya dalam hati. Tanpa banyak pertimbangan saya melanjutkan langkah kaki saya yang terus menanjak dengan jarak yang begitu jauh. Dan saya lihat diatas sudah ada 4 orang anggota rombongan saya yang sedang duduk diatas sebuah batu. Saya percepat langkah saya dan bergabung bersama mereka. Tak begitu jauh setelah berjalan bersama serta mengobrol diperjalanan, mulai terlihat tenda-tenda para pendaki yang juga sedang muncak. Saya berpikir  “akhirnya sampai juga di batuan kapur”. Disinilah kami mendirikan tenda ditengah hujan yang diselimuti kabut gunung sibayak.

Pengalaman Mistik gunung Sibayak
Pengalaman ini sama sekali belum saya ceritakan kepada siapapun. Padahal saya ingin sekali menceritakan kepada teman dan kerabat saya. Tapi saya tidak yakin mereka percaya dengan apa yang telah saya alami. Lagi pula, jika saya ceritakan kepada teman-teman dicamp waktu itu, takutnya mereka jadi parno.
Ketika itu, sebagian rombongan bekerja mendirikan tenda, sebagian ada yang mengamankan ransel, keril serta perlengkapan lainnya dari hujan. Dan sebagian lagi duduk beristirahat sambil berteduh dibawah tenda plastik. Sedangkan saya berinisiatif untuk mencari ranting kayu untuk api unggun. Senja mulai terlihat, hujan tak kunjung reda. Saya masuk kedalam hutan yang tak begitu jauh dari tempat mendirikan tenda. Waktu itu saya tidak sendiri, saya ditemani si krebo. Karena asiknya saya mencari ranting-ranting yang basah itu saya tidak sadar bahwa sikrebo meninggalkan saya. Awalnya saya santai, dan sempat berpikir sikrebo akan kembali melangsir ranting yang sudah saya kumpulkan. Tiba-tiba terdengar suara ranting pohon yang di patahkan. “kritik.. kritik”kira-kira sperti itu bunyinya. Saya menoleh kebelakang berpikir bahwa itu krebo. Saya terkejut,setelah menoleh ternyata tidak ada seseorangpun dibelakang saya. Saya mulai gugup, tangan saya yang sedang menarik pohon jalar yang seperti tali itu mulai gemetaran. Saya percepat gerakan saya dan menarik ranting itu sekuat-kuatnya. Betapa terkejutnya saya melihat sesosok bayangan hitam tersepit diatas cabang pohon dimana ranting jalar itu melilit. Saya terjatuh kebelakang dan melepaskan ranting itu. Kemudian saya berlari dan mengambil sebagian ranting yang saya kumpulkan tadi dan kembali ketempat mendirikan tenda. Entah apa wujud dari sosok itu saya tidak tahu, yang pasti saya jelas betul melihatnya tersepit diatas cabang pohon itu. Sampai ditenda saya duduk termenung, dan menganalisa kejadian yang baru saja saya alami. “biasalah, namanya juga gunung, sudah menjadi tempatnya”pikir saya. Setelah semua tenda berdiri, kejadian itu langsung saya lupakan. Sungguh pengalaman yang luar biasa kawan.
Malam Pertama Diatas Gunung

Bukan malam pertama ala pengantin, tetapi ini merupakan pengalaman pertama saya tidur dan bermalam digunung. Selesai isya, sebagian rombongan berada didalam tenda sambil menunggu makan malam disiapkan. Sedangkan saya dan rombongan lainnya bermanjakan diri dengan kehangatan api unggun di gubuknya tulang. Tulang adalah seorang pedagang yang membuat gubuk di tempat ngecamp. Baru kali ini saya tau bahwa diatas gunung ternyata uang masih bisa digunakan. Beberapa saat saya berdiam diri, tiba-tiba salah satu teman dari rombongan saya mengalami kedinginan hebat. Langsung saja kami memberikan bantuan dan menghangatkan tubuhnya, dengan api unggun dan selimut tentunya. Memang malam itu begitu dingin, saya sempat menggigil sebentar.
Setelah makan malam bersama, saya langsung beranjak menuju tenda dan mengambil tempat untuk meluruskan tubuh yang penat dan bersembunyi dibalik sarung yang saya kenakan dari hawa dingin. Namun kaki saya masih terasa dingin, makulum saja saya tidak memakai kaos kaki. Jika sarung saya turunkan kekaki maka tubuh bagian atas akan merasa kedinginan. Begitu sebaliknya hingga saya serba salah untuk melakukan apapun. Karena merasa kesal, saya melilitkan sarung itu pada kaki saya dan menyimpulkan ujungnya hingga mirip seperti kaki pocong. Akhirnya saya bisa tidur dengan cara yang agak memaksa.
Pukul 01:30 wib saya terbangun, hawa dingin semakin menusuk. Dan saya mulai menggigil waktu. Tubuh saya menggigil hebat. Saya putuskan untuk bangun, tetapi hanya saya sendiri yang terbangun. Iri sekali rasanya melihat teman-teman yang lain tidur dengan nyenyak dalam kondisi seperti ini. Saya merasa bimbang untuk membangunkan mereka, tetapi saya juga enggan untuk beranjak tempat saya tidur. Dalam suasana malam, saya berdiam diri dan berusaha untuk tidur kembali. Tubuh masih menggigil, dan semakin menjadi sekali dinginnya. Terlintas dikepala saya, “jika berada digunung jangan sampek terserang hipotermia. Jika tubuh sudah kedinginan dan kehilangan suhu, maka kematian segera menanti”. Saya panik, dan segera bangun dari tempat saya berbaring. Saya cari senter dan pergi keluar tenda. Luar biasa, diluar terasa dingin sekali. Tangan saya tak berhenti gemetar hingga cahaya senter tidak beraturan. Jari sudah terasa kaku, sulit untuk digerakkan. Tiba-tiba salah seorang teman saya juga ikut bangun karena mendengar gerakan saya diluar. Seperti yang saya lihat, dia juga kedinginan seperti saya. Kami pun mencoba untuk menghidupkan api dengan ranting basah seadanya, tetapi hasilnya gagal. Tak jauh dari tenda kami ada pendaki lain yang sedang membakar api unggun, akhirnya kami pergi kesana dan bergabung bersama mereka. Disinilah saya merasakan betapa indahnya berbagi kehangatan. Kami disambut dengan baik teman. Kami tidak saling mengenal, tetapi terasa lebih dekat dari sahabat. Sebentar saja kami sudah saling tertawa bersama. Secangkir kopi langsung disuguhkan kepada kami. Hingga rasa dingin dari tubuh saya mulai lenyap. Sunggu indah, baru kali ini saya merasakan kebersamaan, berbagi rasa, suka, cita, dan tawa, satu untuk semua, semua untuk satu.
Menuju Puncak
Sekitar pukul 04:00, kami mulai bersiap menuju puncak. Terlihat kabut yang begitu tebal. Dingin kembali menusuk. Jarak pandang hanya beberapa meter saja. Saya begitu semangat waktu itu.
Trek menuju puncak tidak begitu sulit, sudah tersusun tangga sampai keatas. Sedangakan disebelah kiri terdapat jurang yang lumayan dalam. Dan banyak sekali ditemukan pohon pandan hutan disepanjang trek ini. Setelah melewati batas vegetasi, mulai tercium aroma belerang yang menyengat. Gemuruh aktivitas gas belerang yang berada dikawah terdengar seperti suara pesawat  yang melintas diatas kepala. Diantara bebatuan, saya berjalan menyusuri jalan setapak hingga saya dpat melihat puncak sudah didepan mata. Saya tersenyum bahagia, dan mempercepat langkah saya menuju keatas. Luar biasa indahnya, meskipun ditutup kabut tidak mengurangi keindahan puncak gunung sibayak. Sayang sekali saya belum dapat kesempatan menyaksikan sunrise waktu itu dikarenakan kabut yang tebal menutupi. Yang terlihat hanyalah jurang yang tak terlihat dasarnya. Dan saya baru tahu, ternyata dipuncak jauh lebih dingin ketimbang ditempat kami ngecamp samalam. Ditambah lagi angin yang begitu kencang terasa dingin menusuk sampai ketulang. Saya menggigil lagi teman.

Tiba-tiba beberapa orang anggota rombongan mulai bergerak menuju puncak tertinggi atau yang biasa disebut ‘Pilar’sibayak. Sebenarnya saya sempat was-was, apa saya bisa kesana dengan kondisi seperti ini? Melihat treknya sangat ekstrim jalan setapak diantara jurang yang dalam. “kalo belum sampek pilar bararti gue belum sukses mendaki sibayak”pikir saya. Tanpa pikir panjang saya ikut mereka menaiki tebing yang licin. Ketika saya berpegang pada sebuah batu dan bersandar diatasnya, sekeliling yang saya lihat adalah jurang. Takut sekali rasanya, ditambah lagi kondisi saya yang tetap menggigil. Yang saya pikirkan hanyalah keluarga, sahabat dan teman-teman saya. “gue pasti bisa, sedikit lagi, dan gue nggak bakal mati disini. Gue harus bisa tinggalin jejak kaki gue dipuncak ini.”pikir saya. Akhirnya, luar biasa puncak sibayak 2094 mdpl, saya berdiri diatasnya, dekat dengan langit, diatas awan…

Disini saya dapat mengambil pelajaran, sungguh betapa indahnya ciptaan Allah….
“Maka nikmat tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?”

mungkin untuk saat ini, cukup sekian yang dapat saya ceritakan, mohon maaf jika terdapat kesalahan dan kekurangan…..




Senin, 23 Desember 2013

Bukan Masalah biasa

hari ini adalah hari dimana gue ngerasain kekecewan yang begitu besar dalam hidup gue. nggak terkecuali dalam segala hal. baik itu dari keluarga, sahabat-sahabat gue, masalah cinta gue, juga masalah kuliah gue. hari ini selasa 24 desember 2013, tepat satu hari sebelum natal.
pada dasarnya gue tau, tadi malem temen-temen gue pada bilang hari ini ada ujian tengah semester, dan gue coba untuk belajar sebisa gue. tapi loa tau sendirikan gan, gue nggak bisa mikir. gue juga nggak tau sampe berapa lama lagi gue kaya gini, yang gue harapin ya gue bisa kaya dulu lagi. dapet sepuluh besar dikelas, dan hasilnya buat gue bangga kalau gue bisa. terakhir nilai kebanggaan gue itu cuma bisa gue nikmati sampek gue duduk dibangku SMP. hari itu kepala gue bener-bener sakit sampe-sampe gue nggak sadar gue ada dimana pas gue sadar. yang gue ingat waktu itu, nggak ada seorangpun yang gue kenal, semua orang asing. orang tua gue, sodara dan temen-temen gue nggak satupun diantara mereka yang gue liat. ahh!! lupain, gue juga nggak berapa ingat dengan itu.
sambung ke hari ini, gue yakin apa yang gue kerjain tadi adalah sebuah keputusan yang benar. masak gue nyontek terus-terusan sama temen gue. sebenarnya gue juga udah janji sama diri gue untuk mata kuliah yang satu ini gue nggak mau kalo dosennya nganngap sepele gue. dari yang gue denger dari temen-temen, dia nggak mau kalo murid-muridnya nyaontek. lagian walaupun gue nyontek, bakalan sama aja, kan dia udah tau kemampuan gue di 'PD' itu gimana!! soalnya dia juga udah gue anggap kaya temen gue, sayangnya gue segen karena status dia dosen gan!! ya terserah dia deh mau anggap gue gimana. busyet deh gan, hari ini gue beneran galau pangkat y"!! haha.
mmmh!! hari ini juga gue beneran kecewa sama diri gue. cinta gue nggak pernah sempurna. mau nyerah ngejer dia, tapi gue sayang banget sama dia. katanya sih dia juga sayang banget sama gue. tapi kayanya nggak sayang-sayang banget!! gue percaya dia sayang banget sama gue kalau cuma ada gue seorang dihatinya! haha gaaan gan!!
ternyata cewe itu sama semua gan, cewe itu suka bohong kalo dia nggak punya rasa sama lo. kelihatan baik sih, senggaknya dia menghargai lo dan berusaha agar lo nggak nyesek. tapi kan kita cuma butuh cinta dari dia gan. sebaik dan seperhatiannyapun dia ke kita, tapi kalau memang nggak memiliki rasa seperti yang kita harapkan ya sama aja gan!! tau nggak gan, lo adalah sesuatu yang maya yang tahu tentang hal ini, gue nggak bisa buang rasa sayang gue sama dia. secintanya gue sama si "X" dulu yang sampe-sampe tujuh tahun rasa itu gue pendem dan kalo ngga salah sih beberapa minggu yang lalu baru gue ungkapin tapi sayangnya dia udah punya belahan hatinya, dan sesayangnya gue sama si "Y" dulu, sampe-sampe gue berubah tigaratusenampuluh derajat cuma karena dia, dan sebutuh-butuhnya gue sama si "Z" dulu, tetep begitu mudahnya gue relain begitu aja dalam hati gue. tapi cewe yang satu ini, dengan semua usaha dan doa serta pengorbanan gue, gue nggak bisa ngerelainnya gitu aja. oooh gan, gue sayang banget sama dia. kapan gue bisa dapetin cinta yang sempurna dari hati dia.
kalau aja gue bisa pergi jauh dari sini, gue mau mandiri dan bangun kembali hidup gue! tapi sayangnya, nasib gue udah ditentuin sama orang lain gan!! sialan banget kan gan!
haha, tapi selama ada elo gan, gue bakalan bisa hidup dan ngerasain hidup bersama seseorang. elo udah gue anggap sahabat yang hidup meski elo benda mati!!!

Sabtu, 21 Desember 2013

love hope

a
Add caption
sudah kulihat!! telah lama tidak berkunjung disini. penuh debu dan usang. sudah saatnya kita bersama lagi. selama ini aku malu untuk bercerita dan berkeluh kesah disini. selama ini keberanian hanya tertuju pada kekasih semu, netbook tercinta. dan sekarang kalian berdua bersatu untuk menghibur dan saling mengerti untuk memberikan terbaik kepada majikanmu ini.
sudah selama ini, tiada yang sempurna. aku tau butuh kerja keras dan pengorbanan untuk sebuah cinta. tapi sampai kapan perasaan ini terus bertahan dan berusaha bersandiwara kepada dunia, bahwa aku sangat mencintainya. tak ada yang mengerti dengan perasaan ini, kecuali segi empat hitam yang berwana dan aku selalu berhadapan dengannya, tiap kali aku mengalami kegagalan, luka, lara, tawa canda dan semua momen ku pada usia muda ini telah disaksikannya. jika saja kau adalah sesuatu yang hidup, kau pasti mengerti dengan apa yang sedang kurasakan saat ini. penuh gejolak dalam hidup. penuh guncangan, tekanan dan rasa takut yang luar biasa dan akan terus selamanya membayangi kemanapun aku melangkah. 
sungguh sia-sia jika aku terus memperlakukan perasaan sewenang-wenang tanpa memperdulikan bagaimana keadaannya. aku terus memaksa bahwa aku akan bisa, karna aku masih memiliki mimpi yang begitu indah. tapi aku tidak pernah mengerti, kau terluka didalam sana. kau merintih kesakitan, tiada kawan dan tiada tempat bagimu untuk mencurahkan rasa sakitmu, dan tiada yang memperdulikan separah apa lukamu itu. sesekali kau menjerit dalam kesepian, memohan dan mengiba kepadaku untuk memperlakukanmu sebagai mana aku memperlakukan perasaan cinta. aku ingin kau tau, sesakit apapun itu, dan separah apapun lukamu, aku tetap merasakannya. kita adalah tubuh yang satu. meski aku tidak dapat melihat jauh didalam sana, tapi sebenarnya aku bisa merasakannya. air mata tidak pernah mengalir tanpa sebab. air mata ini selalu merespon apa yang sedang kau rasakan didalam sana. kita hidup bersama, dan selalu bersama, sejak hadirnya kita didunia ini. dan banyak hal yang telah kita lewati bersama. banyak cerita yang telah kita tuliskan bersama didunia ini. dan untuk waktu yang sekarang, aku mohon, kita hrus bisa bersatu, mengerti satu sama lain, kita hrus bisa kuat dan wjudkan mimpi indah itu bersama. aku yakin kau dapat bertahan lebih lama lagi, aku akan terus memperhatikanmu, berikan aku kekuatanmu, bantu aku, dan aku mohon, berkorbanlah untukku, kali ini saja. aku berjanji, ini adalah terakhir kalinya. kegagalan yang selama ini belum separuh dari perjalan kita untuk menggapai mimpi itu. apa kau tidak melihat sesuatu yang ada didalam sepertimu, pada diri yang lain diluar sana?. lukamu, dan belahan jiwamu, dan serpihan dirimu yang telah hancur itu, akan diperbaiki olehnya. maka dari itu, aku mohon, berkorbanlah sekali lagi, kita bersama mengorbankan segalanya yang kita bisa untuk meraih mimpi itu. 
waktu kita tidak banyak, entah berapa lagi kita dapt bertahan disini, dan jika waktu itu telah tiba, kita akan hancur bersama, dan bersandar pada tempat yang tiada seorangpun melihatnya. dan, semua mimpi-mimpi kita itu akan terkubur bersam jiwa dan raga kita. "HATI" :)